Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bisa Gunakan Rudal Jarak Jauh, Prancis Tegaskan Tidak Ada Pembatasan dalam Mendukung Ukraina

📅 Minggu, 24 Nov 2024, 16:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bisa Gunakan Rudal Jarak Jauh, Prancis Tegaskan Tidak Ada Pembatasan dalam Mendukung Ukraina Doc: ANTARA/REUTERS/Valentyn Ogirenko
Ket. Arsip Foto - Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) saat konferensi pers bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Kiev, Ukraina, beberapa waktu lalu.

Istanbul - Menteri Luar Negeri Prancis menegaskan tidak ada pembatasan dalam dukungan negaranya bagi Ukraina dalam menghadapi Rusia.

Dalam wawancara di BBC, yang kutipannya telah dipublikasikan di situs media tersebut, Jean-Noel Barrot menyatakan bahwa Ukraina dapat menggunakan rudal jarak jauh Prancis untuk menyerang Rusia "dalam kerangka logika untuk membela diri."

Namun, Barrot tidak memastikan apakah senjata Prancis telah digunakan dalam perang yang berlangsung sejak Februari 2022 itu.

"Prinsipnya sudah jelas ... pesan kami kepada Presiden Zelenskyy telah diterima dengan baik,” kata Barrot, menambahkan.

Menurut dia, sekutu-sekutu di kalangan Barat tidak boleh membatasi dukungan mereka pada Ukraina.

Ketika ditanya apakah dukungan tersebut mencakup pengiriman pasukan Prancis ke Ukraina, Barrot menjawab, “Kami tidak menutup kemungkinan apa pun.”

“Kami akan mendukung Ukraina sekuat dan selama yang diperlukan. Mengapa? Karena keamanan kami sendiri yang dipertaruhkan,” ujarnya.

“Setiap kali tentara Rusia maju satu kilometer persegi, ancaman semakin mendekati Eropa sejauh satu kilometer persegi,” ujarnya.

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Februari tahun ini menolak menutup kemungkinan pengiriman pasukan darat ke Ukraina. "Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan Rusia tidak menang."

Pekan lalu, Barrot mengatakan Prancis dapat “mempertimbangkan” untuk mengizinkan Ukraina menyerang target Rusia dengan menggunakan rudal.

Langkah itu dipertimbangkan Prancis setelah Presiden AS yang akan segera meninggalkan jabatannya, Joe Biden, memberi wewenang kepada pemerintah Ukraina untuk menggunakan rudal AS.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya telah memperingatkan bahwa Moskow dapat menyerang fasilitas militer negara-negara yang mengizinkan senjata mereka digunakan untuk menghantam target di dalam wilayah Rusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.