Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wisata Taman Laut 17 Pulau Destinasi Alternatif Pulau Komodo

📅 Sabtu, 23 Nov 2024, 06:15 WIB | Oleh:
Wisata Taman Laut 17 Pulau  Destinasi Alternatif Pulau Komodo Doc: RRI
Ket. Pesona Keindahan Wisata 17 Pulau di Riung,Kabupaten Ngada

Eksotis mungkin merupakan satu kata yang dapat mewakili kondisi alam Taman Wisata Alam Laut (TWAL) 17 Pulau di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada. Berada di pantai utara Pulau Flores, tempat ini menawarkan wisata bahari yang memanjakan mata dengan gugusan pulau-pulau kecil dan pantai berpasir putih.

Penamaan taman laut ini terinspirasi dari hari kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus, karena pada kenyataannya jumlah pulau yang tersebar di kawasan taman laut ini lebih dari 17 pulau.

Sesuai namanya, destinasi wisata yang berada di lima desa ini terdiri dari Pulau Ontoloe (pulau terbesar), Pulau Pau, Pulau Borong, Pulau Dua, Pulau Kolong, Pulau Lainjawa, Pulau Besar, Pulau Halima atau Pulau Nani, Pulau Patta, Pulau Rutong, Pulau Meja, Pulau Bampa, Pulau Tampa, atau Pulau Tembang, Pulau Tiga atau Pulau Panjang, Pulau Tembaga, Pulau Taor, Pulau Sui, dan Pulau Wire

Keindahan TWAL 17 Pulau sering disejajarkan dengan Taman Nasional Pulau Komodo. Apalagi di tempat ini menjadi salah satu habitat alami bagi binatang melata Komodo (Varanus komodoensis) atau masyarakat setempat menyebutnya dengan nama mbou.

Walaupun beberapa orang mengatakan taman laut ini sangat mirip dengan pulau Komodo, tapi satu hal yang tidak akan ditemukan di Kepulauan Komodo adalah suasana hening dan tenang. Akses yang kurang baik menjadikannya jarang didatangi para wisatawan luar daerah.

Terletak di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, taman laut ini merupakan bagian dari kawasan konservasi dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nusa Tenggara Timur. Lokasinya berjarak sekitar 75 kilometer dari Kota Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada yang dikenal dengan kopi dan suhu udaranya yang dingin.

Sebagai bagian dari segitiga karang dunia, TWAL 17 Pulau adalah destinasi yang tidak dapat dilewatkan, apalagi destinasi ini memiliki vegetasi mangrove dapat ditemui hampir di seluruh pesisir pantai yang menjadi habitat bagi kelelawar, utamanya di Pulau Ontoloe.

Menurut laman Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur, air laut yang berwarna biru toska berpadu dengan putihnya pasir pantai, serta hamparan mangrove saling berkaitan sehingga mendukung kehidupan terutama alam bawah lautnya dengan kumpulan terumbu karang nan indah. Tidak berlebihan jika namanya yang cantik diilhami filosofi bahwa kecantikan alamnya bagaikan pesona gadis berusia 17 tahun.

Kawasan perairan TWAL 17 Pulau memiliki ikon “mawar laut” atau disebut dengan anemon. Hewan ini sekilas terlihat seperti tumbuhan, tapi jika diamati lebih jauh merupakan jenis hewan dari keluarga Anthozoa. Bentuk tubuh anemon yang seperti bunga, membuatnya juga disebut sebagai mawar laut.

Hal eksotis lainnya adalah kumpulan telur kelinci laut (Hexabranchus sanguineus) yang menyatu dan terikat lendir membentuk rumbaian merah menyala. Keberadaanya bertahan selama lebih kurang selama lima hari dan berada pada kedalaman 3 hingga 10 meter.

Kekayaan sumberdaya perairan TWAL 17 Pulau didukung ekosistem terumbu karang yang spektakuler dari sisi keragaman hayati. Berdasarkan sensus diketahui terdapat 306 spesies ikan karang yang termasuk ke dalam 199 genera dan 39 famili.

Sebanyak 183 jenis karang dari 16 famili, antara lain Acroporidae (57 spesies), Faviidae (36 spesies), Fungiidae (19 spesies), Agariciidae (11 spesies), dan Poritidae (10 spesies) yang menyusun ekosistem tersebut. Perairan di sana sangat jernih, sehingga pelancong bisa melihat berbagai jenis terumbu karang dengan jelas seperti karang lunak (soft coral), karang meja, dan kipas laut.

Beberapa pulau di TWAL 17 Pulau tersebut dihuni oleh masyarakat Oting Bajo yang terkenal sebagai orang laut. Di antara 17 pulau tersebut, yang paling sering dikunjungi wisata yaitu Pulau Batang Kolong, Pulau Ontoloe, Pulau Rutong, dan Pulau Tiga.

Ekosistem TWAL 17 Pulau cukup lengkap. Pada bagian permukaan pulau terdiri atas hutan tropika kering, sabana atau padang rumput. Mendekati pantai, ekosistemnya berupa hutan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

52 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.