Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Manusia Purba yang Mengubur Mayat dan Membuat Ornamen

📅 Kamis, 06 Nov 2025, 07:22 WIB | Oleh:
Manusia Purba yang Mengubur Mayat dan Membuat Ornamen Doc: AFP/PATRICK BERNARD
Ket. Pengunjung Museum Prasejarah di Eyzies-de-Tayac sedang mengamati rekonstruksi nenek moyang manusia Neanderthal. Sisa-sisa yang disebut Homo neanderthalensis ditemukan 150 tahun yang lalu di lembah Neanderthal dekat Mettmann, Jerman.

SPESIES Neanderthal adalah kerabat terdekat manusia yang telah punah. Beberapa ciri khas tengkorak mereka meliputi bagian tengah wajah yang besar, tulang pipi yang bersudut, dan hidung yang besar untuk melembapkan dan menghangatkan udara dingin dan kering.

Tubuh mereka lebih pendek dan lebih gempal daripada kita, sebuah adaptasi lain untuk hidup di lingkungan dingin. Namun, otak mereka sama besarnya dengan kita dan seringkali lebih besar—proporsional dengan tubuh mereka.

Neanderthal membuat dan menggunakan berbagai peralatan canggih, mengendalikan api, tinggal di tempat perlindungan, membuat dan mengenakan pakaian, merupakan pemburu hewan besar yang terampil dan juga memakan tumbuhan, dan terkadang membuat benda-benda simbolis atau ornamen.

Terdapat bukti bahwa Neanderthal sengaja menguburkan orang mati mereka dan terkadang bahkan menandai kuburan mereka dengan persembahan, seperti bunga. Tidak ada primata lain, dan tidak ada spesies manusia sebelumnya, yang pernah mempraktikkan perilaku canggih dan simbolis ini.

Neanderthal 1 adalah spesimen pertama yang dikenali sebagai fosil manusia purba. Ketika ditemukan pada tahun 1856 di Jerman, para ilmuwan belum pernah melihat spesimen seperti itu. Tengkoraknya berbentuk oval dengan dahi yang rendah dan surut serta tonjolan dahi yang jelas, tulang yang tebal dan kuat. Pada tahun 1864, ia menjadi spesies hominin fosil pertama yang diberi nama. Ahli geologi William King mengusulkan nama Homo neanderthalensis (Johanson dan Edgar, 2006), berdasarkan fosil-fosil yang ditemukan di Gua Feldhofer di Lembah Neander di Jerman (tal—bentuk modern dari thal yang berarti “lembah” dalam bahasa Jerman).

Beberapa tahun setelah Neanderthal 1 ditemukan, para ilmuwan menyadari bahwa penemuan fosil sebelumnya pada tahun 1829 di Engis, Belgia, dan pada tahun 1848 di Tambang Forbes, Gibraltar juga merupakan Neanderthal. Meskipun tidak dikenali pada saat itu, kedua penemuan awal ini sebenarnya merupakan fosil manusia purba pertama yang pernah ditemukan.

Bagaimana Mereka Bertahan Hidup?

Dibandingkan dengan manusia purba yang hidup di Afrika tropis, dengan ketersediaan makanan nabati yang lebih melimpah sepanjang tahun, jumlah makanan nabati yang dapat dimakan Neanderthal akan menurun secara signifikan selama musim dingin di iklim yang lebih dingin, sehingga memaksa Neanderthal untuk lebih banyak mengeksploitasi pilihan makanan lain seperti daging. Terdapat bukti bahwa Neanderthal adalah pemburu musiman yang terspesialisasi, hewan pemakan daging tersedia pada saat itu (misalnya, rusa kutub di musim dingin dan rusa merah di musim panas).

Para ilmuwan memiliki bukti yang jelas tentang perburuan Neanderthal dari temuan tombak kayu tajam dan sejumlah besar sisa-sisa hewan buruan besar yang diburu dan dibantai oleh Neanderthal. Terdapat juga bukti dari Gibraltar bahwa ketika mereka tinggal di wilayah pesisir, mereka mengeksploitasi sumber daya laut seperti moluska, anjing laut, lumba-lumba, dan ikan. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.