Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Ingatkan Haiti Alami Krisis Kemanusiaan Serius dan 6 Juta Warga Butuh Bantuan

📅 Jumat, 24 Jan 2025, 00:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB Ingatkan Haiti Alami Krisis Kemanusiaan Serius dan 6 Juta Warga Butuh Bantuan Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. PBB pada Rabu (22/1/2025) melaporkan lebih dari 6 juta orang di Haiti, atau sekitar setengah dari penduduk negara tersebut, sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Hamilton - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (22/1) melaporkan lebih dari 6 juta orang di Haiti, atau sekitar setengah dari penduduk negara tersebut, sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.

"Krisis keamanan yang memburuk secara signifikan telah memengaruhi kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa," ujar Maria Isabel Salvador, Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk Haiti, dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB.

Memperingatkan bahwa krisis kemanusiaan telah mencapai "tingkat yang mengkhawatirkan," Salvador menjelaskan: "Lebih dari 6 juta orang -- hampir setengah populasi -- memerlukan bantuan kemanusiaan, dengan 3,9 juta di antaranya menjadi target penerima bantuan,".

"Jumlah orang yang mengungsi di dalam negeri telah meningkat tiga kali lipat menjadi lebih dari 1 juta, dengan lebih dari separuhnya adalah anak-anak."

Dia menambahkan bahwa lokasi pengungsian kekurangan layanan dasar seperti air bersih, sanitasi, dan pendidikan, sementara ketahanan pangan memengaruhi 48 persen populasi.

"Hampir 2 juta orang berada dalam kondisi darurat (fase IPC 4) dan 6.000 orang dalam kondisi bencana (fase IPC 5)," katanya.

Salvador juga menyoroti bahwa situasi semakin diperburuk oleh meluasnya kekerasan.

"Sebagai tanggapan atas penangguhan penerbangan ke Port-au-Prince dan kekerasan yang meluas, PBB memutuskan untuk sementara mengurangi kehadirannya di ibu kota," jelasnya.

Meskipun menghadapi tantangan tersebut, ia menyebutkan bahwa PBB tetap melanjutkan misi penyelamatan jiwa, dengan 700 misi telah dilakukan hanya dalam tiga bulan terakhir.

"PBB tetap berkomitmen untuk meningkatkan kehadirannya segera setelah kondisi keamanan memungkinkan," ujar Salvador.

Ia juga menyerukan kepada para donor untuk memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Rencana Tanggap Kemanusiaan 2025, yang membutuhkan dana sebesar 908 juta dolar AS (sekitar Rp14,8 triliun).

Haiti telah menghadapi gelombang kekerasan geng selama beberapa tahun terakhir, yang diperburuk oleh pembunuhan Presiden Jovenel Moise pada tahun 2021.

Geng-geng kekerasan menguasai hingga 80 persen wilayah Port-au-Prince dan meneror penduduk melalui pembunuhan, penculikan, serta pemerkosaan, tanpa tanda-tanda bahwa situasi ini akan segera berakhir.

Menurut PBB, Kepolisian Nasional Haiti hanya memiliki sekitar 9.000 petugas untuk menjaga keamanan bagi lebih dari 11 juta penduduk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.