Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bawaslu Situbondo petakan TPS rawan jelang pencoblosan

📅 Kamis, 21 Nov 2024, 16:00 WIB | Oleh:
Bawaslu Situbondo petakan TPS rawan jelang pencoblosan Doc: ANTARA/Novi Husdinariyanto
Ket. Komisioner Bawaslu Situbondo, jawa Timur, memberikan keterangan.

Situbondo -- Bawaslu Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, telah memetakan potensi kerawanan di tempat pemungutan suara (TPS) dan perlu pengawasan ekstra pada saat hari pencoblosan atau pemungutan suara Pilkada Serentak 2024 pada 27 November mendatang.

Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kabupaten Situbondo Dini Meilia Meiranda mengatakan dari 1.030 tempat pemungutan suara yang tersebar di 136 desa/ kelurahan itu ada ratusan TPS dinilai berpotensi rawan Pengambilan data TPS rawan dilakukan selama sejak tanggal 10-15 November 2024.

"TPS rawan paling banyak terjadi ada di 326 TPS yakni pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat, 88 TPS terdapat daftar pemilih tambahan, 37 TPS rawan pemilih memenuhi syarat namun tidak terdaftar di DPT (Potensi DPK), 265 TPS terdapat penyelenggara yang merupakan pemilih di luar domisili TPS tempatnya bertugas," katanya di Situbondo, Kamis.

Selain itu, ada pula 414 TPS terdapat pemilih disabilitas yang terdaftar pada DPT di TPS, 19 TPS pernah kekurangan atau kelebihan dan bahkan tidak tersedia logistik pemungutan, 24 TPS sulit dijangkau atau letak geografis, 21 TPS di lokasi khusus, 58 TPS terdapat kendala jaringan internet di lokasi, 24 TPS terkendala aliran listrik.

Ada juga TPS berdekatan lembaga pendidikan yang siswanya berpotensi memiliki hak pilih, dan satu lagi memiliki riwayat pernah terjadi intimidasi kepada penyelenggara pemilu.

"Jadi variabel dan indikator potensi TPS rawan di antaranya penggunaan hak pilih (DPT yang tidak memenuhi syarat, DPTb, potensi DPK), penyelenggara pemilu di luar domisili, termasuk riwayat pemungutan suara ulang," kata Dini.

Menurutnya, strategi pencegahan dan pengawasan pemetaan TPS rawan ini menjadi bahan bagi Bawaslu, KPU, pasangan calon, pemerintah, aparat penegak hukum, pemantau pemilihan, dan seluruh masyarakat untuk memitigasi agar pemungutan suara berjalan lancar tanpa gangguan yang menghambat pemilihan yang demokratis.

"Bawaslu sendiri melakukan strategi pencegahan mulai dengan melakukan patroli pengawasan di wilayah TPS rawan, koordinasi dan konsolidasi bersama pemangku kepentingan terkait, sosialisasi dan pendidikan politik kepada masyarakat, kolaborasi dengan pemantau pemilihan, organisasi masyarakat dan pengawas partisipatif," tutur Dini.

Ia menambahkan, Bawaslu juga menyediakan posko pengaduan masyarakat di setiap level yang bisa diakses oleh masyarakat, baik secara offline maupun online.

"Tentunya Bawaslu juga melakukan pengawasan langsung untuk memastikan ketersediaan logistik pemilihan di TPS, pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara sesuai ketentuan, serta akurasi data pemilih dan penggunaan hak pilih," ujar Dini.

Bawaslu Kabupaten Situbondo merekomendasikan KPU Kabupaten Situbondo untuk menginstruksikan kepada jajaran PPS dan KPPS melakukan antisipasi kerawanan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder atau pemangku kepentingan, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat dan lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.