Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemimpin G20 Gagal Pecahkan Kebuntuan Perundingan Iklim PBB

📅 Selasa, 19 Nov 2024, 08:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemimpin G20 Gagal Pecahkan Kebuntuan Perundingan Iklim PBB Doc: Brookings
Ket. Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva membuka pertemuan keuangan pada KTT G20 di Brasília.

RIO DE JANEIRO - Para pemimpin G20 pada hari Senin (18/11) gagal mencapai terobosan dalam perundingan iklim yang terhenti karena tidak berkomitmen mengucurkan dana yang tengah diupayakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membantu negara-negara berkembang mengatasi pemanasan global.

Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan saat mereka mengadakan pertemuan puncak di Rio, para pemimpin hanya berbicara tentang triliunan dollar yang dibutuhkan yang datang "dari semua sumber," tanpa menyebutkan secara spesifik. 

Mereka juga berbicara mengenai penghapusan bertahap "subsidi bahan bakar fosil yang tidak efisien" -- alih-alih bahan bakar fosil itu sendiri yang memainkan peran penting dalam pemanasan global.

"Para pemimpin sedang mengembalikan masalah ini ke Baku," ibu kota Azerbaijan tempat berlangsungnya pembicaraan iklim PBB, kata Mick Sheldrick, salah satu pendiri kelompok advokasi Global Citizen.

"Mereka belum menanggapi tantangan tersebut... Hal ini mungkin akan mempersulit tercapainya kesepakatan," katanya. 

Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan sebelum menghadiri pertemuan puncak G20 bahwa para anggotanya perlu menunjukkan "kepemimpinan dan kompromi" untuk menyelamatkan perundingan iklim yang menemui jalan buntu.

Para negosiator di Azerbaijan tidak dapat mencapai kesepakatan mengenai investasi iklim di negara-negara berkembang setelah lebih dari seminggu musyawarah.

Pembicaraan terhenti pada angka akhir, jenis pembiayaan, dan siapa yang harus membayar, dengan negara-negara Barat menginginkan Tiongkok dan negara-negara Teluk yang kaya -- banyak yang bergantung pada pendapatan bahan bakar fosil -- untuk bergabung dalam daftar pendonor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon ...
    Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...

Tanda-tanda Menunjukkan Perlambatan Ekonomi Tiongkok akan Berlanjut

54 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tanda-tanda Menunjukkan Per...
Daerah
Anggota Paskibraka Situbond...
Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.