Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hashim Tegaskan Komitmen Indonesia terhadap Perjanjian Iklim Paris

📅 Selasa, 12 Nov 2024, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hashim Tegaskan Komitmen Indonesia terhadap Perjanjian Iklim Paris Doc: ANTARA/Desi Purnamawati
Ket. Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo (kiri) sai meresmikan Paviliun Indonesia di COP29 di Baku, Azerbaijan, Senin (11/11/2024)

Jakarta - Utusan Khusus Presiden untuk Konferensi Perubahan Iklim COP29 UNFCCC Hashim Djojohadikusumo menegaskan komitmen Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terhadap kesepakatan pengendalian perubahan iklim Paris Agreement.

Hal itu disampaikan Hashim saat membuka Paviliun Indonesia pada COP29 UNFCCC di Baku, Azerbaijan, Senin. Sejumlah program untuk memperkuat aksi mitigasi perubahan iklim telah disiapkan termasuk pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), pemanfaatan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS), serta rehabilitasi 12,7 juta hektare hutan untuk mendukung ketahanan pangan.

"Pak Prabowo berkomitmen kesepakatan yang telah dibuat oleh pemerintah sebelumnya akan dilanjutkan," kata Hashim dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin.

Hashim menjelaskan bahwa program baru yang disiapkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo di antaranya pengembangan energi sebesar 100 Gigaton (GT) termasuk di dalamnya EBT sebesar 75 GT. EBT tersebut antara lain pembangkit listrik tenaga bayu, tenaga air, panas bumi, tenaga surya, panas bumi, dan nuklir.

Hashim juga menyampaikan tentang penyimpanan karbon di perut bumi melalui teknologi CCS. Ia menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi CCS hingga 500 GT karbon.

Terkait dengan nilai ekonomi karbon (NEK), Hashim mengatakan bahwa Indonesia memiliki cadangan karbon kredit 577 juta ton yang akan ditawarkan ke berbagai negara dan pihak yang berminat untuk mendukung pembiayaan dalam pengendalian perubahan iklim di Indonesia.

Lebih lanjut, ujar Hashim, Presiden Prabowo sudah setuju untuk melakukan rehabilitasi besar-besaran pada hutan yang terdegradasi. Kegiatan itu dilakukan dengan memperhatikan keanekaragaman hayati.

"Rehabilitasi tidak dengan monokultur tetapi berbagai spesies tanaman termasuk untuk pakan bagi satwa liar," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni turut mengajak semua pihak, termasuk pelaku bisnis untuk mengelola hutan lestari. Ia mengatakan, hutan harus dijaga dan dilindungi sebagai sumber kesejahteraan bagi masyarakat.

Adapun mengenai Paviliun Indonesia pada COP29 UNFCCC, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Fasiol Nurofiq menjelaskan bahwa paviliun tersebut memiliki tiga tujuan utama penyelenggaraan salah satunya untuk menyuarakan aksi iklim Indonesia kepada dunia sebagai bagian soft diplomacy.

Keberadaan paviliun tersebut juga untuk menunjukkan program pengendalian perubahan iklim yang dilakukan Indonesia secara berkolaborasi antara pemerintah, NGO, sektor swasta, hingga masyarakat.

Selain itu, tujuan Paviliun Indonesia juga untuk membangun platform untuk mengeksplorasi ide-ide baru dan membangun kemitraan untuk memperkuat ketahanan iklim di Indonesia.

Paviliun Indonesia yang mengambil tema "Sustainably Stronger Together" ini diselenggarakan di Baku Azerbaijan pada 11-21 November 2024.

Ketua Penyelenggara Paviliun Indonesia Agus Justianto mengatakan bahwa akan ada 46 sesi diskusi panel dengan 220 pembicara selama penyelenggaraan Paviliun Indonesia dengan rincian sebanyak 149 pembicara merupakan tokoh dari Indonesia dan 71 lainnya adalah pembicara internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Kemenperin Dukung Pelestarian Batik Asli Indonesia

46 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenperin Dukung Pelestari...
Rona
D'Masiv Rilis Single Berbah...

BPOM Tetap Awasi Program MBG

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BPOM Tetap Awasi Program MBG
Ekonomi
Menkeu Tegaskan Pemerintah ...
Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.