10 Alasan Mengapa Kemenangan Donald Trump Tak Bisa Goyahkan Aksi Iklim Global
📅 Selasa, 12 Nov 2024, 14:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Kevin Wolf/AP
Wesley Morgan, UNSW Sydney dan Ben Newell, UNSW Sydney
Jika kamu peduli terhadap penyelamatan Bumi dari bencana besar, kamu mungkin merasa sedikit risau terhadap terpilihnya Donald Trump kembali sebagai presiden Amerika Serikat (AS). Tak dapat dimungkiri bahwa kembalinya Trump ke Gedung Putih menjadi salah satu langkah mundur aksi iklim.
Trump adalah sang Penolak Perubahan Iklim yang berjanji untuk meningkatkan produksi bahan bakar fosil dan menarik AS dari Perjanjian Paris. Ada juga berbagai kesepakatan lainnnya yang meresahkan.
Namun, terlepas dari ulah Trump dan lingkarannya, isu perubahan iklim masih jadi perhatian besar, terutama di antara kaum muda. Baik di AS maupun negara lainnya, dukungan untuk kebijakan iklim masih sangat tinggi. Studi berbasis data 60 ribu orang di lebih dari 60 negara juga menyatakan bahwa perhatian seseorang terhadap perubahan iklim masih dianggap enteng.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nah, saat ini sebenarnya merupakan waktu yang pas untuk mengingat bahwa upaya-upaya melawan krisis iklim—di suatu negara ataupun secara global—jauh lebih besar dari kuasa satu orang. Ini adalah sepuluh alasan mengapa kita harus tetap menjaga harapan.
1. Transisi energi bersih global tak terbendung
Laju transisi menuju energi bersih terus meningkat, dan Trump tak akan mampu membendungnya. Investasi energi bersih telah melampaui bahan bakar fosil, dan hampir mencapai dua kali lipat lebih besar dibandingkan gabungan investasi batu bara, minyak, dan gas bumi pada 2024. Tren besar ini merupakan catatan sejarah luar biasa yang akan berlanjut, dengan ataupun tanpa kepemimpinan AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
2. Momentum energi bersih AS terus berlanjut
Belanja terkait industri energi bersih di era Biden banyak berlokasi di negara bagian yang dikuasai Partai Republik dan daerah pemilihan kongres. Pabrik-pabrik baru untuk membuat baterai dan kendaraan listrik akan terus bermunculan di bawah pemerintahan Trump. Pun, konglomerat Elon Musk—yang kemungkinan akan bergabung dalam pemerintahan Trump—merupakan produsen kendaraan setrum.
Beberapa penyokong pendanaan Trump juga menerima subsidi manufaktur energi bersih dan sebanyak 18 anggota Kongres dari Partai Republik terang-terangan menolak pengurangan pajak energi bersih.
3. AS ingin mengalahkan dominasi Cina
Kedua partai di Washington menyoroti AS yang tertinggal secara teknologi dari Beijing. Saat ini, Cina mendominasi produksi kendaraan listrik global, baterai, turbin angin, dan panel surya. Ini membuat tekanan terhadap AS untuk menghadang dominasi manufaktur Cina terus berlanjut.
4. Pemerintahan federal AS bukanlah segalanya
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!