Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

10 Alasan Mengapa Kemenangan Donald Trump Tak Bisa Goyahkan Aksi Iklim Global

📅 Selasa, 12 Nov 2024, 14:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

Saat berkuasa, Trump membatalkan sejumlah komitmen iklim yang sudah diteken AS, seperti Perjanjian Paris. Namun, banyak negara bagian dan pemerintahan lokal sudah lebih maju dalam kebijakan iklim.

Tren serupa akan berulang dalam periode ini. Misalnya, California—kekuatan ekonomi terbesar kelima di dunia—berencana untuk menghapus jejak karbonnya pada 2045. Bahkan Texas, jantung Partai Republik, juga memimpin transisi menuju energi angin dan surya.

5. Tingginya semangat aksi iklim di AS

Saat Trump menjabat, aksi iklim di AS berhasil mengembangkan proposal kebijakan Green New Deal (Kesepakatan Hijau Baru). Banyak poin-poin dalam proposal ini kemudian dilaksanakan oleh pemerintahan Biden. Adanya reaksi perdana setelah terpilihnya Trump kembali, sudah menunjukkan bahwa kebijakan serupa akan kita lihat di masa depan.

6. Kemitraan iklim global lebih besar dari Trump

Sekalipun Trump memenuhi janjinya untuk hengkang dari Perjanjian Paris (lagi), ia hanya akan meninggalkan ruangan yang membentuk masa depan.

AS pun sudah angkat kaki dari beberapa kesepakatan iklim global sebelumnya, seperti penolakan Protokol Kyoto pada 2001. Namun, negara-negara lain justru memacu aksi iklim masing-masing. Tak mustahil tren serupa akan berulang.

7. Tatanan global akan tetap berbasis aturan

Saat suatu negara mundur dari kesepakatan yang sudah disetujui setelah negosiasi beberapa dekade, negara-negara yang bertanggung jawab harus bekerja sama untuk menggenjot kemitraan global. Seperti halnya aspek perdagangan dan keamanan, tatanan kemitraan iklim global juga memiliki tatanan senada.

Menteri Luar Negeri Australia—sebagai negara berkekuatan menengah—Penny Wong, baru-baru ini menjelaskan, keinginan negaranya:

Dalam dunia yang menyelesaikan perselisihan dengan komitmen dan negosiasi dengan berbasiskan aturan (dan) norma… Kami tidak menginginkan dunia yang menyelesaikan sengketa dengan kekuasaan semata.

8. Diplomasi Australia penting

Australia berencana turut menjadi tuan rumah konferensi iklim Perserikatan Bangsa Bangsa bersama negara-negara kepulauan di Pasifik pada 2026. Ini pun muncul sebagai rencana yang disukai. Menjadi tuan rumah COP 31 akan menjadi kesempatan bagi Australia untuk menjadi penyalur era aksi iklim internasional, sekalipun AS di bawah kepemimpinan Trump sudah mundur dari Perjanjian Paris.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.