Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

10 Alasan Mengapa Kemenangan Donald Trump Tak Bisa Goyahkan Aksi Iklim Global

📅 Selasa, 12 Nov 2024, 14:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

Menjadi tuan rumah juga membantu meneguhkan posisi Australia di Pasifik dan membantu negara-negara jiran dalam menghadapi ancaman iklim.

9. Transisi energi Australia semakin cepat

Sekitar 40% dari jaringan listrik nasional utama Australia dihasilkan dari energi terbarukan. Angka ini kemungkinan akan meningkat hingga 80% pada tahun 2030.

Beberapa negara bagian bergerak lebih cepat. Sebagai contoh, Australia Selatan menargetkan 100% energi terbarukan pada 2027.

Orang Australia juga menyukai energi bersih di rumah. Satu dari tiga rumah tangga telah memasang panel surya di atap, menjadikan Australia pemimpin dunia dalam adopsi teknologi ini. Masa jabatan Trump di Gedung Putih tidak dapat menghentikan momentum tersebut.

10. Trump tak bisa mengubah sains perubahan iklim

Sains sudah tegas: pembakaran batu bara, minyak, dan gas memicu perubahan iklim dan meningkatkan risiko bencana yang membahayakan masyarakat. Di Australia, kebakaran hutan Black Summer terjadi pada 2019-2020 dan banjir luar biasa di Lismore pada 2022.

Kerusakan ini juga terjadi di seluruh dunia. Pada Oktober 2024, dua badai kembar di AS—yang diperkuat oleh pemanasan lautan—menciptakan kerugian senilai lebih dari US$100 miliar (Rp1.560 triliun). Ratusan orang juga meninggal ketika hujan setahun turun dalam satu hari di Spanyol bulan lalu.

Pada hari-hari suram—misalnya saat terpilihnya si penyangkal perubahan iklim ke Gedung Putih—kita mungkin merasa manusia tidak akan mampu menghadapi tantangan terbesar Bumi.

Namun, ada banyak alasan untuk berharap. Mayoritas dari kita mendukung kebijakan untuk mengatasi perubahan iklim. Dalam banyak kasus, momentum ini nyaris tak terbendung.The Conversation

Wesley Morgan, Research Associate, Institute for Climate Risk and Response, UNSW Sydney dan Ben Newell, Professor of Cognitive Psychology and Director of the UNSW Institute for Climate Risk and Response, UNSW Sydney

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Pelatih Timnas Indonesia Jo...

Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan

22 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

32 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.