Belajar dari Australia, Indonesia Perlu Serius Cegah Penyebaran Wabah Penyakit Menular
📅 Minggu, 10 Nov 2024, 14:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Shutterstock/Anatta_Tan
Arif Nur Muhammad Ansori, Universitas Airlangga
Pemerintah Australia belum lama ini menginvetasikan lebih dari Rp1 triliun untuk mencegah masuknya generasi keturunan (galur) dari virus penyebab flu burung yang sangat berbahaya, yaitu H5N1 dengan klad 2.3.4.4b. Varian virus influenza tipe A ini telah menyebabkan kematian massal pada unggas di seluruh dunia, bahkan menginfeksi lebih dari 400 sapi perah di Amerika Serikat.
Australia saat ini merupakan satu-satunya benua yang masih terbebas dari infeksi H5N1 klad 2.3.4.4b. Sebelumnya, pemerintah setempat memusnahkan populasi unggas yang terinfeksi flu burung dari subtipe H7N3 dan H7N9–terdeteksi pada bulan Mei lalu di Victoria, Australia. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut ke populasi hewan lainnya.
Belajar dari pengalaman tersebut, pemerintah Australia berani jor-joran dalam mencegah penyebaran H5N1 klad 2.3.4.4b–yang dapat merugikan industri peternakan, mengancam kelangsungan hidup satwa liar, serta mengganggu perekonomian nasional. Sejumlah langkah pencegahan yang dilakukan, di antaranya meningkatkan pengawasan terhadap penyebaran penyakit dan burung liar, melakukan penelitian, serta menyediakan stok vaksin untuk beberapa spesies burung yang terancam punah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kendati penularan flu burung pada manusia jarang terjadi, pemerintah Australia bahkan mengalokasikan dana untuk pengadaan vaksin flu siap pakai guna memperkuat ketahanan kesehatan nasional.
Langkah pencegahan wabah virus ini perlu dicontoh oleh Indonesia, terutama dalam mengantisipasi perkembangan infeksi virus ke manusia (zoonosis). Hal ini bertujuan agar pemerintah tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama akibat ketidaksiapan menghadapi pandemi COVID-19 silam.
Pencegahan wabah di Indonesia
Sebaiknya Anda baca juga:
Besarnya dampak kerugian akibat kegagalan dalam mencegah COVID-19, memberikan pelajaran berharga bagi pemerintah Indonesia untuk tidak menganggap remeh ancaman wabah penyakit.
Karena itu, strategi pencegahan yang terencana dan berbasis data penting untuk disiapkan guna mengurangi risiko penyebaran penyakit maupun dampaknya. Pemerintah dan ilmuwan di tanah air pun sebenarnya sudah melakukan sejumlah upaya, di antaranya:
1. Memperkuat sistem pengawasan penyakit
Salah satu langkah pencegahan yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) adalah dengan memperkuat sistem pengawasan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, seperti rotavirus dan polio. Untuk itu, Kemenkes bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berusaha meningkatkan kapasitas pengawasan penyakit di tingkat kabupaten/kota; mengadakan pelatihan untuk petugas kesehatan; serta memperluas jaringan pengawasan melalui kemitraan dengan rumah sakit dan klinik swasta.
Tidak hanya itu, Kemenkes juga meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman penyakit infeksi. Pada bulan Juni 2024, pemerintah Indonesia bersama WHO mengadakan pertemuan untuk memperkuat ketahanan menghadapi ancaman kesehatan baru dengan fokus penyakit menular yang berpotensi menjadi pandemi. Langkah penguatan ini meliputi kerja sama lintas sektor antara Kemenkes, Kementerian Pertanian, serta lembaga-lembaga terkait.
Pemerintah juga mengadakan kemitraan internasional dengan Tsinghua University dari Cina untuk meningkatkan pengembangan vaksin dan teknologi genomik di Indonesia. Hal ini bertujuan pula untuk memperkuat sistem pengawasan penyakit dan mendukung pengembangan sektor kesehatan yang lebih efektif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!