Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tugu Prasasti untuk Karel Frederik Holle

📅 Sabtu, 09 Nov 2024, 06:25 WIB | Oleh:
Tugu Prasasti untuk Karel Frederik Holle Doc: istimewa
Ket. Tugu Karel Frederik (KF) Holle.

Siapa sebenarnya Karel Frederik (KF) Holle sehingga tugunya berdiri kokoh di dalam Perkebunan Teh Cisaruni atau Perkebunan Teh Giriawas, di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut?

1731076484_73c484c47b3fd823e675.jpg

Boleh dibilang, perkebunan teh di Cisaruni di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyimpan jejak sejarah gemilang Holle. Ia adalah sosok yang mewarisi dan mengembangkan perkebunan teh di Cisaruni dengan segala keindahan alamnya.

Pria Belanda yang hidup dari tahun 1829 hingga 1896, menurut Her Suganda dalam buku Kisah Para Preanger Planters (2014), ia merupakan seorang Belanda pemilik perkebunan di Garut, yang juga diangkat menjadi penasehat pemerintah Hindia Belanda.

Namun di samping menjadi pemilik perkebunan ia sangat berminat terhadap bahasa dan kesusastraan pribumi, khususnya bahasa Sunda tempatnya tinggal selama puluhan tahun di di daerah Parahyangan timur. Sahabat sekaligus murid Holle adalah Muhamad Musa, seorang pejabat pribumi di Limbangan, Garut. Bersama-sama, mereka bekerja dalam menerjemahkan naskah-naskah kuno dan menghasilkan berbagai karya sastra yang bernilai tinggi dalam bahasa Sunda.

Frederik Holle dilahirkan di Amsterdam pada tahun 1829, dari pasangan Belanda Pieter Holle dan Alexandrine Albertina van der Hucht seorang saudagar belanda. Ia merupakan anak sulung dari tujuh bersaudara.

Pada 1844, ketika baru berusia 14 tahun, ia dan keluarganya meninggalkan Belanda bersama keluarga pamannya, Willem van der Hucht, menuju Hindia Belanda. Alasan kepindahan tersebut karena saat itu Belanda sedang mengalami krisis. Ayahnya mencoba peruntungan di daerah baru setelah usahanya mengalami kebangkrutan.

Meskipun merupakan seorang Belanda, Holle dikenal karena kedekatannya dengan masyarakat pribumi dan kecintaannya terhadap kebudayaan Sunda. Kepada masyarakat Garut ia berkontribusi dalam memajukan sektor perkebunan, pertanian, pendidikan, kesusastraan, kebudayaan, dan pelestarian budaya.

Pada 1861, pemerintah memberikan dana kepada Holle untuk persiapan penerbitan buku-buku bacaan dan diktat sekolah berbahasa Sunda. Usaha ini berhasil membuat penerbitan buku-buku berbahasa Sunda menjadi semakin populer dan menggeser penggunaan buku-buku berbahasa Melayu.

Kala itu Holle juga berperan sebagai pengarah bagi penulis-penulis lokal Sunda. Banyak penulis terkenal seperti Musa, Adi Widjaja, dan Hasan Mustapa muncul ke permukaan berkat dorongan dan bimbingan dari Holle dalam menulis.

Ia juga menjadi persahabatan dengan para penggiat pendidikan di Limbangan, Garut. Di sini terbentuk apa yang dikenal sebagai “lingkaran Holle”, sebuah jaringan pendidikan dan kebudayaan karena kiprahnya dalam mendorong perkembangan kebudayaan Sunda melalui pendidikan dan sastra. Hal ini menjadikannya sangat dihormati oleh masyarakat setempat dan orang Sunda pada umumnya.

Holle juga menunjukkan kepeduliannya terhadap pendidikan masyarakat lokal. Ia mendirikan “Sekolah Pribumi”.Kini bangunannya sekolah yang didirikannya telah beralih fungsi menjadi Polwiltabes Bandung. Bangunan ini tentu saja mewakili jejak Holle dalam memajukan pendidikan.

Di bidang pertanian Holle memiliki minat yang besar. Dengan pengetahuan yang dimiliki ia memperkenalkan teknik pertanian baru di tanah Priangan timur dan menulis serangkaian artikel tentang pertanian dalam majalah Tijdschrift voor Nijverheid en Landbouw van Nederlandsch-Indië.

Holle mengamati desa-desa di sekitar Garut dan melakukan uji coba teknik bertani di perkebunannya sendiri. Salah satu kontribusi terbesar Holle dalam bidang pertanian adalah pengembangan sistem bertanam padi yang dikenal dengan Sistem Holle.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.