Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri PPPA Dorong Keterwakilan Perempuan dalam Alat Kelengkapan Dewan

📅 Jumat, 08 Nov 2024, 01:30 WIB | Oleh:
Menteri PPPA Dorong Keterwakilan Perempuan dalam Alat Kelengkapan Dewan Doc: Koran Jakarta/M Ma'ruf/tangkapan layar
Ket. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi

JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mendorong keterwakilan perempuan dalam Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari mewujudkan parlemen yang benar-benar inklusif terhadap seluruh masyarakat Indonesia.

“Keberadaan legislator perempuan dalam AKD menjadi sangat penting untuk turut serta dalam pengambilan keputusan,” ujar Arifah, saat membuka seminar “Srikandi Perempuan Dalam Kancah Politik; Keterwakilan Perempuan dalam Pimpinan Alat Kelengkapan DPR RI 2024-2029” secara daring, Kamis (7/11).

Dia menerangkan, komitmen partai politik terhadap keterwakilan perempuan dalam AKD menjadi sangat penting. Menurutnya, keterwakilan perempuan dalam AKD sudah menunjukan tren peningkatan pada periode 2024-2029, di mana dalam periode 2019-2024, hanya 11 dari 87 pimpinan AKD yang merupakan legislator perempuan.

“Namun, dalam periode 2024-2029, keterwakilan perempuan meningkat menjadi 14 dari 70 pimpinan DPR dan komisi, serta 7 dari 35 pimpinan badan,” terangnya.

Kebijakan Responsif

Arifah menyebut, ada tren kenaikan juga dari jumlah keterwakilan perempuan di parlemen. Berdasarkan hasil pemilu 2019, perempuan menduduki 120 kursi dalam Lembaga DPR, sedangkan pada Pemilu tahun ini perempuan memperoleh kenaikan menjadi 127 kursi dari total 580 kursi yang tersedia.

Dia melanjutkan, meski angkanya masih di bawah angka 30 persen, jumlah tersebut merupakan kursi terbanyak yang pernah diraih perempuan dalam sejarah pemilu pascareformasi. Dia berharap hal tersebut dapat mendorong kebijakan yang mewakili perempuan atau responsif gender.

“Saya ingin menegaskan sekali lagi bahwa Kemen PPPA memiliki komitmen yang kuat untuk bersinergi bersama instansi pemerintah dan masyarakat sipil, untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan, baik di sektor politik maupun profesional,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno mengungkapkan terkait dengan keterwakilan perempuan di parlemen tidak boleh ada domestifikasi perempuan dalam jabatan publik tertentu saja serta harus ada kesempatan bagi perempuan yang setara. Hal tersebut sejalan dengan kebijakan affirmative action yang mengutamakan kesadaran bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang setara.

Sementara itu, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair), Siti Aminah, menyebut, aspek keterwakilan perempuan dalam Kabinet Merah Putih masih rendah.

Dari 48 anggota kabinet, hanya terdapat lima menteri perempuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.