Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Arah Pembangunan Pusat dan Daerah Harus Selaras

📅 Selasa, 05 Nov 2024, 00:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Arah Pembangunan Pusat dan Daerah Harus Selaras Doc: ANTARA
Ket. Presiden Prabowo Subianto

» Sukses tidaknya konsolidasi itu akan tampak pada indikatorindikator ekonomi akhir tahun.

» Kemandirian kepala daerah sangat penting agar kebijakan tetap sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing.


JAKARTA
– Presiden Prabowo Subianto segera memanggil seluruh jajaran kepala daerah ke Jakarta. Kesempatan itu akan dimanfaatkan Presiden menyampaikan arah pembangunan dan kebijakan strategis pemerintahan lima tahun ke depan.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, dalam keterangannya melalui siaran video berdurasi 4,5 menit di Jakarta, Senin (4/11), mengatakan langkah koordinasi itu atas permintaan banyak kepala daerah yang ingin mendengarkan arahan langsung dari Presiden mengenai kebijakan pemerintahan ke depan.

Pertemuan akan dihelat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam bentuk rapat koordinasi pusat dan daerah. Biasanya, rapat tersebut diselenggarakan setiap awal tahun, namun khusus kali ini akan diselenggarakan di awal tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Guru Besar Tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Rizal Edi Halim, menegaskan pemanggilan Presiden Prabowo itu sebagai langkah positif, karena salah satu yang bisa menghambat pembangunan ialah tidak selarasnya program pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

“Ketika pembangunan daerah bergerak, sebaiknya itu selaras dengan Asta Cita yang sudah diusung oleh Presiden Prabowo,” kata Rizal Edi.

Program Asta Cita Presiden Prabowo, kata Rizal, perlu diselaraskan hingga ke tingkat daerah. Apalagi jika melihat dinamika politik daerah, sangat penting menyelaraskan program dan regulasi hingga ke tingkat daerah.

Diminta terpisah, peneliti ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, mengatakan yang perlu diperhatikan Presiden Prabowo adalah sebagian pemimpin daerah saat ini statusnya sebagai pelaksana tugas. Setelah pemilihan kepala daerah (pilkada), nanti petanya berubah.

“Strategi dan kebijakan pemerintah daerah bisa dinamis mengingat sistem desentralisasi dan otonomi daerah. Pemimpin daerah terpilih ke depan mungkin memiliki program yang cukup berbeda dengan pemerintah pusat, sesuai dengan karakteristik dan keunggulan masing-masing daerah,” kata Nailul.

Namun yang penting adalah garis besar pembangunan nasional bisa selaras, meskipun daerah memiliki kewenangan dalam pembangunan daerah. “Jika ada strategi prioritas dari pemerintah pusat, maka pemerintah daerah bisa menyelaraskan,” katanya.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Achmad Maruf, mengatakan bahwa konsolidasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah jelang akhir tahun sangat penting bagi Presiden Prabowo untuk mengoptimalkan sisa waktu sehingga indikator-indikator ekonomi di akhir tahun bisa membaik.

Selama ini, menurut Maruf, salah satu masalah dari otonomi daerah adalah pemda bisa memiliki jalan sendiri yang tidak berkaitan dengan arah yang ditentukan Presiden bagi kebijakan nasional.

“Dampaknya memang di akhir tahun ini, apalagi ini tahun politik, indikator-indikator ekonomi bisa memburuk. Konsolidasi yang dilakukan Presiden dengan pemda ini memang penting asalkan benar-benar nanti bisa dijalankan di daerah, arahan pusat bisa selaras dengan daerah,” papar Maruf.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

49 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

52 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.