Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UMKM di Aceh pasok gelembung ikan buntal untuk pasar ekspor

📅 Senin, 04 Nov 2024, 22:22 WIB | Oleh:
UMKM di Aceh pasok gelembung ikan buntal untuk pasar ekspor Doc: ANTARA/M Haris SA
Ket. Pekerja menguliti ikan buntal di Banda Aceh, Senin (4/11/2024).

Banda Aceh - Kalangan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, memasok gelembung dan kulit ikan buntal untuk pasar ekspor.

"Kami memasok gelembung dan kulit ikan buntal ini ke Medan, Sumatera Utara, dan selanjutnya diekspor berbagai negara," kata Bahrul, pelaku UMKM pengolahan ikan buntal di Banda Aceh, Senin.

Gelembung ikan buntal dimanfaatkan untuk kesehatan maupun benang. Sedangkan kulit untuk dikonsumsi karena beragam zat yang dibutuhkan tubuh. 

Bahrul yang menggeluti UMKM pengolahan ikan buntal sejak dua tahun terakhir itu mengatakan pengiriman pasokan gelembung dan kulit ikan buntal tersebut tergantung musiman.

"Kalau banyak pasokan bahan baku, maka kami bisa mengirim gelembung dan kulit ikan buntal setiap pekan. Kalau pasokan kurang, bisa sebulan sekali," katanya.

Untuk sekali pengiriman, kata dia, jumlahnya berkisar dua hingga lima kilogram. Untuk harga, tergantung harga pasaran di Medan, di kisaran Rp1 juta hingga Rp2 jutaan.

"Untuk gelembung, berat yang diterima penampung di Medan lebih dari tiga gram. Kalau beratnya tiga gram kurang, itu harganya murah, separuh harga pasar. Gelembung ini tidak bisa dilihat dari kecil besarnya ikan. Gelembung baru diketahui setelah ikan dikuliti," katanya.

Bahrul mengatakan pasokan ikan buntal didapat dari agen penampungan. Bahkan ada juga nelayan yang datang membawa ke tempat usahanya. Ikan buntal tersebut dibeli dengan harga Rp9 ribuan hingga Rp12 ribuan.

Selanjutnya, ikan buntal tersebut melalui proses pencabutan kulit dan mengambil gelembungnya. Kulit dan gelembung dijemur. Untuk gelembung, penjemuran selama dua hari dalam kondisi cuaca cerah 

"Kalau waktu penjemurannya cukup, gelembung dan kulit ikan buntal bisa tahan lama. Sedangkan daging ikan buntal dibuang karena tidak bisa dikonsumsi," kata Bahrul.
 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Gunung Piramid Disisir untuk Mencari Dua Pendaki yang Hilang

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Gunung Piramid Disisir untu...

Turnamen Cincinnati Open akan Diwarnai Duet Dua Williams

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Turnamen Cincinnati Open ak...

Gelar Mubadala Milik Taylor Fritz

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gelar Mubadala Milik Taylor...
Megapolitan
Obat Keras Daftar G Sebanya...

Harga Cabai Rawit Rp61.450/Kg, Telur Ayam Rp31.800/Kg

47 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp61.450/...

Harga Telur di Tingkat Pengecer di Kabupaten Lebak Turun

53 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Telur di Tingkat Peng...

55 Kecamatan di Banten Krisis Air, Polda Kirim Bantuan

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
55 Kecamatan di Banten Kris...
Megapolitan
4 Tempat Usaha Don Ritto Mu...
Daerah
ASN Yang Segera Memasuki Ma...

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

04 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.