Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenparekraf Gelar DPUP di Cirebon Tindak Lanjuti ADWI

📅 Senin, 04 Nov 2024, 14:35 WIB | Oleh:
Kemenparekraf Gelar DPUP di Cirebon Tindak Lanjuti ADWI Doc: Dok. Kemenparekaf
Ket. Deputi Bidang Industri dan Investasi, Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani

JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memperluas literasi keuangan sekaligus literasi bisnis Dukungan Pengembangan Usaha Pariwisata (DPUP) tahun 2024 di Cirebon sebagai program tindak lanjut dari Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) pada pekan lalu.

Deputi Bidang Industri dan Investasi, Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani mengatakan bantuan DPUP ini diberikan kepada  50 desa wisata yang enam di antaranya berasal dari Jawa Barat yakni Desa Wisata Selamanik di Kabupaten Ciamis, Desa Wisata Purwabakti di Kabupaten Bogor, Desa Wisata Cibeusi di Kabupaten Subang, Desa Wisata Bantaragung di Kabupaten Majalengka, Desa Wisata Taraju di Kabupaten Tasikmalaya, dan Desa Wisata Gegesik Kulon di Kabupaten Cirebon.

“Masing-masing desa menerima bantuan Dana DPUP dengan nominal rata-rata sebesar 120 juta rupiah per desa, serta pelatihan literasi keuangan. Bantuan tersebut akan dibelanjakan untuk peralatan pendukung produksi usaha parekraf khususnya pendukung usaha atraksi wisata, kuliner, kriya, dan fesyen,” kata Rizki dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/11).

Sedangkan Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf, Anggara Hayun, berharap bantuan dan dukungan tersebut dapat dimaksimalkan untuk kepentingan untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, salah satunya melalui pengembangan sumber daya manusia. 

“Pemberian bantuan bagi desa wisata di Jawa Barat ini merupakan komitmen pemerintah untuk menjadikan desa wisata lebih tangguh ke depan dengan daya tarik wisata yang lebih beragam dan kemampuan membangun produk ekonomi kreatif unggulan,” katanya.

Hayun menambahkan, kegiatan peningkatan literasi keuangan bagi usaha pariwisata dan ekonomi kreatif ini merupakan salah satu langkah konkret  untuk meningkatkan kemampuan para pelaku usaha parekraf di desa wisata untuk dapat merencanakan dan mencatat keuangan usaha dan pengelolaan bisnis dengan lebih baik 

“Diharapkan, desa wisata sudah siap untuk mendapatkan permodalan dari lembaga keuangan, baik perbankan atau non perbankan,” kata Hayun.

Adapun materi yang diberikan selama kegiatan berlangsung antara lain “Waspada Investasi dan Pinjaman Online Ilegal dan Pengenalan Produk Layanan Jasa Keuangan” yang disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Dilanjutkan dengan materi “Success Story Local Champion” oleh Ketua Desa Wisata Alamendah dan “Literasi Keuangan dan Literasi Bisnis di Desa Wisata” oleh Perencana Finansial Bersertifikat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Promosi Judi Online Makin M...
Megapolitan
DPRD DKI Dorong Perluasan P...
Nasional
BPDLH: Alokasi Dana Abadi u...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.