Diam-diam Epidemi Asma Melanda Afrika
📅 Minggu, 03 Nov 2024, 13:27 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SDalam jangka panjang, WHO mengatakan pengendalian kualitas udara di kota-kota sangat penting untuk menurunkan jumlah penderita asma.
Sementara itu, para peneliti menghimbau pemerintah Afrika untuk meningkatkan investasi dalam pengobatan asma: baik dalam bentuk obat pereda jangka panjang maupun jangka pendek daripada hanya menyalurkan dana untuk obat pereda cepat.
"Sebagian besar rumah sakit mungkin fokus pada penanganan serangan asma dan eksaserbasinya, tetapi biaya yang dikeluarkan pasien dan sistem kesehatan lebih mahal," kata Nantanda dari MLI.
"Pemerintah perlu berinvestasi dalam perawatan jangka panjang yang tepat bagi pasien asma karena, dalam jangka panjang, biayanya lebih murah dan, oleh karena itu, lebih terjangkau."
Sebaiknya Anda baca juga:
Bekerja sama dengan produsen obat dan pelaku kunci lainnya untuk menegosiasikan subsidi obat dan diagnostik asma juga penting, tambahnya.n
Salah satu cara untuk memerangi kurangnya deteksi khususnya adalah dengan meningkatkan kesadaran asma di kalangan siswa di sekolah, kata Mosler dari QMUL.
"Klinik keliling yang mengunjungi sekolah bisa menjadi cara yang sangat efektif untuk melakukan skrining," kata Mosler, mengacu pada metode yang menurutnya telah diuji di daerah-daerah dengan layanan kesehatan rendah di AS dan cukup berhasil.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Klinik keliling tersebut kemudian dapat memberikan diagnosis dan perawatan langsung di sekolah kepada mereka yang memiliki gejala. Sebagian besar kota di Afrika memiliki tingkat kehadiran yang baik di sekolah pada awal sekolah menengah. (Itu) dapat menjadi cara yang sangat baik untuk mengatasi masalah tersebut," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!