Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Diam-diam Epidemi Asma Melanda Afrika

📅 Minggu, 03 Nov 2024, 13:27 WIB | Oleh:
Diam-diam Epidemi Asma Melanda Afrika Doc: Istimewa
Ket. Sodiq Ajibade, 29 tahun, menunjukkan obat-obatan asma di Lagos. Jutaan remaja di Afrika kemungkinan hidup tanpa disadari dengan asma karena kasusnya tidak terdiagnosis.

LAGOS - Menurut studi oleh tim dari Queen Mary University of London (QMUL) baru-baru ini, jutaan remaja di seluruh Afrika mungkin tanpa sadar tengah berjuang melawan asma karena mereka belum menerima diagnosis dari dokter dan, oleh karena itu, tidak menerima perawatan yang diperlukan.

Diterbitkan minggu lalu di jurnal penelitian The Lancet , temuan penelitian ini sangat penting bagi benua yang hanya menghasilkan sedikit data tentang skala asma meskipun kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab paling umum kematian akibat gangguan pernapasan kronis di benua itu.

Dari Al-Jazeera, asma, yang menyerang paru-paru dan menyebabkan kesulitan bernapas, sering kali dimulai pada masa kanak-kanak atau remaja. Kondisi ini menyerang banyak remaja di seluruh dunia dengan perkiraan 76 juta orang dewasa muda menderitanya pada tahun 2019, menurut National Library of Medicine, bagian dari pemerintah Amerika Serikat.

Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan asma yang muncul pada masa kanak-kanak, tetapi pengobatan dapat meredakan gejalanya, yang menurut para ilmuwan sering kali berlanjut hingga dewasa.

Berikut ini adalah hal-hal yang kita ketahui tentang mengapa epidemi asma yang tidak terlihat dapat membahayakan anak-anak di beberapa negara Afrika:

Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh peneliti di Queen Mary University of London (QMUL) menemukan bahwa 12 persen remaja di enam negara Afrika memiliki gejala asma yang parah tetapi sebagian besar dari mereka, 80 persen, belum didiagnosis oleh ahli kesehatan.

Studi yang dilakukan dari tahun 2018 hingga 2021 ini difokuskan pada 20.000 anak berusia 12 hingga 14 tahun di sekolah-sekolah yang berlokasi di daerah perkotaan: Blantyre di Malawi, Durban di Afrika Selatan, Harare di Zimbabwe, Kampala di Uganda, Kumasi di Ghana, dan Lagos di Nigeria. Durban memiliki jumlah murid dengan gejala asma tertinggi, sedangkan Blantyre memiliki jumlah murid terendah.

Sepertiga siswa yang sudah didiagnosis menderita asma dan menunjukkan gejala berat tidak menggunakan obat apa pun untuk mengendalikan kondisinya karena mereka tidak menganggap kondisinya serius dan kurang berpengetahuan tentang terapi asma, demikian pula yang ditemukan oleh penelitian tersebut.

"Masa remaja adalah usia yang sangat menarik untuk diteliti," kata Gioia Mosler dari QMUL, yang bertindak sebagai manajer penelitian, kepada Al Jazeera.

"Masa ini adalah masa dengan prevalensi asma tertinggi. Masa ini juga merupakan masa ketika kita semua membentuk banyak persepsi tentang kesehatan dan tubuh kita yang kemudian kita bawa hingga dewasa."

Para peneliti mengatakan, hasil penelitian tidak dapat digeneralisasi karena kondisi yang berbeda di setiap kota di Afrika. Namun, jika hasil penelitian diekstrapolasi, bisa jadi sekitar 15 juta remaja memiliki gejala asma yang tidak terdiagnosis di Afrika sub-Sahara, catat Mosler.

Para peneliti menggunakan kuesioner pada tahap awal dan kemudian melakukan tes fungsi paru-paru yang lebih ketat yang biasanya digunakan untuk diagnosis klinis asma guna menentukan anak mana yang kemungkinan besar menderita penyakit tersebut.

Apa itu asma dan mengapa penyakit ini menyerang kota-kota di Afrika?

Asma adalah penyakit pernapasan kronis, seringkali seumur hidup yang ditandai dengan peradangan akut pada saluran napas dan penyumbatan aliran udara yang memengaruhi 262 juta orang di seluruh dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.