Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Diam-diam Epidemi Asma Melanda Afrika

📅 Minggu, 03 Nov 2024, 13:27 WIB | Oleh:

Bagaimana asma diobati?

Asma idealnya ditangani melalui dua pendekatan: inhaler atau tablet kerja pendek yang melebarkan saluran udara dan memungkinkan lebih banyak udara masuk ke paru-paru selama serangan. Ada juga terapi jangka panjang yang juga dapat berupa inhaler atau tablet pencegahan dan digunakan setiap hari untuk mencegah terjadinya serangan.

Namun, di sebagian besar negara Afrika, kasus asma ditangani berdasarkan krisis per krisis, bukannya dikendalikan dalam jangka panjang, kata para peneliti.

Biaya pengobatan, bahkan untuk penyembuhan jangka pendek, sangat tinggi. Di Nigeria, yang tengah dilanda salah satu krisis ekonomi terburuk dalam satu generasi, biaya inhaler telah meningkat hampir tiga kali lipat dalam satu tahun terakhir saja dari sekitar 2.800 naira ($1,70) menjadi 7.500 naira. Selama resesi, raksasa farmasi GlaxoSmithKline telah keluar dari negara tersebut, yang menyebabkan kelangkaan merek inhaler yang sangat diminati.

Mengapa kasus tidak terdeteksi?

Banyak kasus asma tidak terdiagnosis karena umumnya pengetahuan tentang tingkat keparahan kondisi tersebut atau bagaimana cara menanganinya secara efektif kurang, kata para peneliti.

Dalam studi yang dipimpin QMUL, para peneliti menemukan bahwa di antara remaja yang sebelumnya telah didiagnosis menderita asma, hanya setengahnya yang tahu bahwa orang muda meninggal karena asma di negara mereka. Lebih dari setengah dari mereka tidak menyadari bahwa penggunaan spacer, tabung pernapasan plastik sederhana dengan katup, yang dipasang pada inhaler mereka akan memungkinkan obat masuk ke paru-paru dengan lebih mudah.

Lebih jauh lagi, meskipun pertumbuhan ekonomi terkait dengan urbanisasi yang cepat, kemiskinan dan kesenjangan ekonomi tetap menjadi masalah di seluruh Afrika, yang berarti banyak orang tidak memiliki akses ke layanan kesehatan.

Menurut UNICEF, sekitar 60 persen penduduk perkotaan di Afrika tinggal di daerah kumuh. Banyak remaja di daerah ini tidak memiliki akses ke pemeriksaan kesehatan rutin atau bahkan perawatan darurat, kata para peneliti.

Diagnosis yang tertunda berarti anak-anak dan kaum muda berisiko mengalami komplikasi paru-paru yang lebih parah akibat kurangnya perawatan, kata Rebecca Nantanda, peneliti senior di Institut Paru-paru Universitas Makerere (MLI) yang memimpin penelitian di Uganda, kepada Al Jazeera.

Salah satu kondisi parah yang dapat dipicu oleh asma yang tidak diobati adalah penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), yang menyebabkan mengi setiap hari dan batuk berlendir. Asma yang tidak diobati juga dapat menyebabkan lebih dari sekadar gejala fisik, Nantanda menambahkan, dan dapat berdampak negatif pada cara anak-anak berhubungan dengan teman sebayanya karena mereka cenderung sering bolos sekolah.

"(Asma) memengaruhi pendidikan dan aktivitas lain seperti olahraga dan bermain. Penyakit ini juga memengaruhi kesejahteraan mental dan psikologis mereka akibat stigma, penyakit kronis, stres, kekhawatiran, dan kecemasan," katanya.

Apa solusinya?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

32 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

32 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

32 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.