Papua Nugini Akan Memboikot KTT Iklim COP29
📅 Jumat, 01 Nov 2024, 00:04 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo STkatchenko mengatakan, sikap ini telah diapresiasi oleh negara-negara Pasifik lainnya.
Negara kepulauan Pasifik dataran rendah seperti Tuvalu dan Kiribati sangat terancam oleh kenaikan permukaan air laut, bahkan yang sedang sekalipun.
"Saya berbicara atas nama negara-negara kepulauan kecil yang kondisinya lebih buruk daripada Papua Nugini. Mereka tidak mendapat perhatian dan pengakuan sama sekali," kata Tkatchenko.
Papua Nugini sebaliknya akan berupaya mencapai kesepakatan iklimnya sendiri melalui diskusi bilateral, kata Tkatchenko, yang menandai bahwa negosiasi sudah berlangsung dengan Singapura.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dengan negara-negara yang memiliki pemikiran yang sama seperti Singapura, kita dapat melakukan 100 kali lebih banyak daripada COP."
"Mereka memiliki jejak karbon yang besar, dan kami ingin memikirkan bagaimana mereka dapat bekerja sama dengan Papua Nugini untuk mengatasinya," ujar dia.
Papua Nugini adalah salah satu dari lima negara Pasifik yang terlibat dalam kasus penting Mahkamah Internasional yang akan menguji apakah pencemar dapat dituntut karena mengabaikan kewajiban iklim mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertemuan penting menjelang COP29 berakhir dengan frustrasi pada awal Oktober, dengan negara-negara hanya membuat sedikit kemajuan mengenai cara mendanai kesepakatan keuangan baru untuk negara-negara miskin.
COP, atau konferensi para pihak, adalah konferensi perubahan iklim PBB tingkat tinggi, sebuah pertemuan tahunan di mana negara-negara berupaya untuk mencapai komitmen iklim yang mengikat secara hukum.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!