Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Daerah Lain Perlu Meniru Ini, BPBD Jadikan Seluruh Kampung di Yogyakarta Tangguh Bencana

📅 Selasa, 29 Okt 2024, 00:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Daerah Lain Perlu Meniru Ini, BPBD Jadikan Seluruh Kampung di Yogyakarta Tangguh Bencana Doc: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Ket. Ilustrasi: Peserta tampil saat acara Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) ke-4 bertajuk Wayang Kapi-Kapi di Tugu Pal Putih, Yogyakarta, Senin (7/10/2019).

Yogyakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta telah menjadikan seluruh kampung di wilayah itu menjadi kampung tangguh bencana (KTB) untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta Nur Hidayat dalam keterangannya di Yogyakarta, Senin, mengatakan pada 2024 telah membentuk 15 KTB rintisan sehingga seluruh kampung di Kota Yogyakarta saat ini telah menjadi KTB.

"Kami juga telah menyelesaikan kegiatan 'review' kepengurusan KTB pembentukan tahun 2016 sampai dengan 2019 sebanyak 40 KTB," ujar dia.

Selain KTB, BPBD Kota Yogyakarta juga membentuk tim siaga bencana sekolah melalui kegiatan satuan pendidikan aman bencana ( SPAB) di delapan sekolah.

"Terdiri dari empat sekolah dasar negeri (SDN), empat sekolah menengah pertama negeri (SMPN). Sehingga sampai tahun ini telah terbentuk tim siaga bencana sekolah SPAB sebanyak 24 sekolah," ujarnya.

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Sugeng Purwanto mengungkapkan pentingnya fungsi pengurus KTB yang bertanggung jawab pada saat penanggulangan maupun penanganan apabila terjadi bencana.

"Jika tidak ada yang mengurus atau bertanggung jawab, akan sangat sulit untuk melakukan penanganan pada setiap kejadian bencana karena tidak ada yang mengarahkan," katanya.

Sugeng pun meminta seluruh relawan KTB selalu siap menghadapi potensi bencana di Kota Yogyakarta.

Menurut dia, bencana dapat datang kapan saja, akan tetapi dengan kesiapsiagaan seluruh relawan, korban dari kejadian bencana dapat diminimalkan.

"Kita tahu bahwa bencana merupakan sesuatu yang sulit diprediksi. Namun, kita bisa melakukan antisipasi untuk meminimalisir dampak-dampak yang akan timbul dari bencana," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

59 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.