Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ARTSUBS 2024 Pameran Seni Rupa Kontemporer Terbesar di Surabaya Mulai Digelar

📅 Selasa, 29 Okt 2024, 11:56 WIB | Oleh:

Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia yang hingga sekarang belum memiliki pameran besar berskala nasional. Sesungguhnya Surabaya memiliki sumber daya yang sangat besar untuk ikut mendekatkan seni rupa kontemporer ke tengah masyarakat-juga sebaliknya.

Kekayaan seni rupa kita sudah semestinya berjalan seiring dengan gaya hidup dan kebutuhan masyarakat yang kian cerdas dan bermartabat. Sudah jamak bahwa kotakota besar di dunia ini mempunyai pameran besar seni rupa yang dibanggakan ke dunia luas, dan Surabaya juga seharusnya demikian.

Masyarakat Surabaya dan Jawa Timur layak membanggakan diri dengan pameran besar seni rupa yang mengusung perkembangan terkini dalam eksperimentasi budaya kontemporer kita. Kegiatan seni budaya, dalam hal ini pameran seni rupa kontemporer, sudah selayaknya bukan hanya memperindah pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi pendorongnya.

Ini adalah kekosongan besar di Indonesia, yang sejauh ini hanya diisi, dengan segenap keterbatasan, oleh Yogyakarta, Jakarta, dan Bali Selatan. Maka, salah satu wujud dari Ways of Dreaming itu adalah menyelenggarakan pameran seni rupa tahunan berskala nasional yang terkurasi dengan baik, di Surabaya. ARTSUBS adalah bagian dari mimpi besar kita bersama.

Pemetaan Seni Rupa Kontemporer Indonesia

ARTSUBS yang diancangkan terselenggara ajeg setiap tahun ini semoga bisa dibanggakan sebagai pesaing bagi pameran-pameran besar sejenis di Jakarta dan Yogyakarta. Niscayalah Surabaya bisa menjadi salah satu situs terpenting pertumbuhan seni kontemporer Indonesia. Yaitu, untuk membarengi perannya sebagai satu sentra penting pertumbuhan ekonomi nasional.

ARTSUBS akan menjadi representasi, pemetaan, dari kerja seni rupa kontemporer Indonesia. Di sini, keragaman akan sangat menonjol. Baik dalam hal bentuk, medium, dan gagasan artistik. Dengan demikian, sesuai dengan kenyataan di medan seni rupa itu sendiri, seni lukis akan sangat dominan, sebab memang demikianlah proporsi praktiknya dibandingkan cabang-cabang seni rupa yang lain.

"Namun, kami menyadari bahwa jangkauan seni rupa kontemporer itu cukup luas, beraneka, dan berlapis-lapis. Maka medium, material dan objek yang kami pilih adalah bisa saja tak terbatas. Tapi yang diarahkan oleh si penggubah sebagai karya seni," terang Nirwan.

Dengan demikian, medium yang lazimnya dalam seni rupa modern dianggap sebagai bukan-seni, misalnya sebagai kriya atau desain, termasuk di dalamnya, sejauh sudah melompat dari kefungsiannya. Penekanan pada medium dan bahan ini sangat ditekankan pada kurasi dan seleksi.

Yang pasti, seniman-seniman yang telah terpilih adalah mereka yang sudah punya reputasi tinggi (established), yang sedang tumbuh pesat (emerging) dan yang mulai meraih reputasi (emerging-established), maupun yang pendatang baru.

"Ramuan ini kami anggap penting untuk merangsang pertumbuhan seni rupa kita ke arah-arah yang baru. Para seniman itu berkarya di wilayah-wilayah yang ditengarai sangat giat dewasa ini, yaitu Bali, Bandung, Jakarta, Surabaya dan Malang (dan beberapa kota di Jawa Timur), Yogyakarta, dan daerah-daerah lain," tegas Nirwan.

Untuk memperkuat tema Ways of Dreaming, ARTSUBS yang didukung Pertamina sebagai pioneer partner dan ARTOTEL Wanderlust sebagai hotel partner dan sejumlah pendukung lainnya, mengancang beberapa lingkup-gelaran (platform) khusus dalam pameran yang menjadi bagian dari upaya pemetaan tersebut.

Beberapa lingkup-gelaran tersebut tersusun-terisi dengan karya-karya yang dipesan secara khusus. Adapun berbagai lingkup-gelaran tersebut yang dapat menjadi pusatpusat perhatian tersebut adalah: (1) lanskap kontemporer; (2) pasca-tradisi dan pasca-orientalisme; (3) materialitas dan terobosan medium; (4) arus pop dan low brow; (5) objek dan kebendaan; (6) irisan arsitektur; (7) abstraksi dan selebihnya (8) kesosokan baru; (9) fotografi dan cetak grafis, (10) jangkauan ekologi; dan (11) kolektif seni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.