Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Empat Negara ASEAN Jadi Negara Mitra BRICS, Indonesia Salah Satunya

📅 Sabtu, 26 Okt 2024, 12:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Empat Negara ASEAN Jadi Negara Mitra BRICS, Indonesia Salah Satunya Doc: CNA/Alexander Nemenov, Foto Pool via AP
Ket. Presiden Russia Vladimir Putin (kanan) dan peserta lainnya berfoto bersama sebelum sesi format Outreach/BRICS Plus di KTT BRICS di Kazan, Russia, Kamis, 24 Oktober 2024. Malaysia mengirimkan Menteri Ekonomi Rafizi Ramli (baris belakang, kedua dari kanan), Indonesia mengirimkan Menteri Luar Negeri Sugiono (baris belakang, kedua dari kiri).

SINGAPURA - Empat negara Asia Tenggara - Malaysia, Indonesia, Vietnam dan Thailand - telah menjadi negara mitra BRICS, sekelompok negara ekonomi berkembang yang dipandang sebagai penyeimbang Barat.

Dalam sebuah postingan di X pada Rabu (24/10), akun @BRICSInfo mengatakan 13 negara telah ditambahkan ke aliansi tersebut sebagai negara mitra. Sembilan negara lainnya adalah Aljazair, Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Nigeria, Turki, Uganda, dan Uzbekistan.

Mereka bukan anggota penuh kelompok yang didirikan pada tahun 2006 itu. Awalnya BRICS hanya beranggotakan Brazil, Russia, India, dan Tiongkok. Afrika Selatan bergabung pada tahun 2010, sementara Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab menjadi anggota BRICS tahun ini.

Negara-negara anggota mewakili lebih dari US$28,5 triliun atau sekitar 28 persen dari ekonomi global. KTT BRICS tahunan diadakan di Kazan, Russia dari tanggal 22 hingga 24 Oktober.

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengatakan Malaysia sekarang dapat menikmati peluang perdagangan yang lebih baik karena blok tersebut memiliki populasi gabungan sebesar 3,2 miliar.

Malaysia juga berkomitmen untuk melanjutkan agenda Negara-negara Selatan dalam meningkatkan kolaborasi, khususnya selama masa jabatan Malaysia sebagai ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) tahun depan, ujarnya dalam jawaban tertulis parlemen pada Kamis (24/10).

"Keinginan Malaysia untuk bergabung dengan BRICS merupakan upaya untuk menegakkan kebijakan dan identitas sebagai negara yang independen dan netral, mencapai keseimbangan dengan kekuatan besar, dan membuka peluang bisnis dan investasi baru," katanya, seperti dikutip oleh outlet media Malay Mail.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah mengonfirmasi pada 28 Juli bahwa Malaysia telah mengajukan permohonan untuk bergabung dengan BRICS.

Sebaiknya Anda baca juga:

Sementara Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono secara resmi menyatakan keinginan Indonesia untuk bergabung dengan blok ekonomi BRICS sebagai pengejawantahan politik luar negeri nasional yang berdasar nilai bebas aktif.

Hal tersebut disampaikan Sugiono dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS Plus di Kazan, Russia, Kamis (24/10) waktu setempat.

"(Bergabungnya RI ke BRICS) bukan berarti kita ikut kubu tertentu, melainkan kita berpartisipasi aktif di semua forum," tegas Sugiono, sebagaimana pernyataan Kemlu RI yang dikuitp Antara , Jumat (25/10).

Ia mengatakan, keinginan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memandang BRICS sebagai wahana yang tepat untuk membahas dan memajukan kepentingan bersama negara-negara Selatan Global(Global South).

Thailand diwakili oleh Menteri Luar Negeri Maris Sangiamposa, sementara Vietnam diwakili oleh Perdana Menteri Pham Minh Chinh.

Diversifikasi Perdagangan dan Hubungan Luar Negeri

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.