Ayo Perkuat Upaya Menjaga Hutan di Sorong Selatan agar Dapat Memberikan Hadiah Bagi Dunia
📅 Jumat, 25 Okt 2024, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Prisca Triferna
Jakarta - Hutan di Pulau Papua sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Masyarakat adat menjadikan hutan tidak hanya sebagai sumber untuk mendapatkan pangan tapi juga merasuk ke dalam identitas mereka.
Hal itu yang disadari oleh masyarakat hukum adat yang berdiam di Distrik Konda, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya.
Nikodemus Mondar, yang merupakan anggota sub-suku Nakna dari suku besar Tehit, menyebut masyarakat paham betul hutan adalah bagian vital dari hidup mereka. Kehilangan hutan akan berdampak kepada masa kini dan masa depan.
"Kami selalu jaga. Jaga itu berarti kami tidak bisa menjual kayu yang besar-besar, ditebang, untuk bagaimana merusak hutan. Di tempat itu banyak binatang yang biasa kami berburu untuk hidup kami dan keluarga," ujar Nikodemus.
Hutan juga menjadi bagian identitas mereka. Tidak hanya untuk sub-suku Nakna, Gemna dan Afsya yang lebih banyak memanfaatkan wilayah hutan, tapi juga suku Yaben yang berdiam di distrik yang sama, meski mereka juga memanfaatkan wilayah mangrove dan perairan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beragam tempat penting untuk masyarakat adat di Distrik Konda dapat ditemukan ketika memasuki hutan-hutannya yang hijau dengan tutupan rapat. Ketika memasuki hutan hujan maka akan ditemukan tempat asal mula, benteng perang, kuburan leluhur, tempat keramat, tempat lokasi rumah adat, sekolah adat dan lain sebagainya.
Sebagai sumber penghidupan, akan ditemukan pula dusun sagu atau hutan sagu yang menjadi sumber bahan pangan, hutan tempat berburu dan meramu, lokasi memancing ikan serta mata air.
Kedua tipe lokasi itu, baik sebagai wilayah keramat maupun sumber pangan, memperlihatkan hubungan erat antara masyarakat adat serta alam, yang sudah terjalin sejak dahulu hingga kini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peneliti Sajogyo Institute sekaligus Asisten Pengajar di Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Eko Cahyono, menjelaskan bahwa di banyak masyarakat adat dan masyarakat desa memiliki hubungan yang kompleks dan berlapis dengan tanah yang didiami sejak zaman nenek moyang mereka.
Hubungan masyarakat adat secara khusus dengan tanah dan sumber daya alam juga bersifat kompleks, dapat masuk ke dalam ranah sosial, budaya, ekonomi, ekologi dan spiritual.
Ketika terjadi konversi hutan secara masif, maka masyarakat adat tidak hanya akan kehilangan wilayah hutan dan tanah tempat mencari bahan pangan yang biasa mereka konsumsi, tapi juga identitas mereka sebagai masyarakat yang berbasis hukum adat. Menghilangkan budaya, bahkan peradaban mereka yang sudah terekam ratusan tahun di sana.
Hutan di Papua tidak hanya penting bagi mereka yang berdiam di sana, tapi juga masyarakat global secara umum. Dengan luas33,12 juta hektare atau 32,2 persen dari total luas tutupan hutan Indonesia, menurut data Badan Informasi Geospasial, hutan di Papua menjadi faktor penting untuk menangani perubahan iklim.
South Sorong Field Coordinator Konservasi Indonesia (KI) Raimer Helweldery secara khusus menyoroti peran penting hutan di Sorong Selatan mengingat tidak hanya hutan tropis, di wilayah tersebut terdapat juga mangrove dan lahan gambut. Ketiga ekosistem tersebut memiliki kemampuan untuk menyimpan karbon, tapi juga melepaskan emisi ketika terjadi degradasi lahan.
Menurut data Badan Pusat Statistik pada 2019, luasan hutan di Sorong Selatan mencapai 499.777 hektare dibagi kategori hutan lindung, suaka alam, hutan produksi dan area penggunaan lain.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!