Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Revolusi Belgia, Gerakan Kemerdekaan yang Mengejutkan Eropa

📅 Rabu, 23 Okt 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Anggota Koalisi Keenam yang menang melawan Napoleon (termasuk Austria, Inggris, Prussia, dan Russia) berkumpul di Wina pada tahun 1814. Mereka merencanakan masa depan Eropa tanpa Prancis dibawah Napoleon.

Mereka bahkan mengizinkan delegasi Prancis yang mewakili monarki Bourbon yang baru saja dipulihkan untuk bergabung dalam negosiasi di Kongres Wina. Para diplomat dan penguasa yang berkumpul di Wina memiliki tujuan utama yang sama: memastikan tidak ada negara yang akan mendominasi Eropa seperti yang dilakukan Prancis dibawah Napoleon pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan kata lain, mereka berharap untuk memulihkan keseimbangan kekuasaan.

Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menciptakan negara penyangga yang substansial antara Prancis dan mantan pesaingnya seperti Austria dan Prussia. Belanda terbukti menjadi salah satu penerima manfaat dari keinginan untuk mendirikan negara penyangga yang lebih kuat di perbatasan Prancis.

Memang, Belanda menerima wilayah yang sekarang disebut Belgia dan menjadi Kerajaan Bersatu Belanda pada tahun 1815. Raja William atau Willem I dari Kerajaan Bersatu Belanda punya alasan untuk optimis pada tahun-tahun awal berdirinya kerajaan tersebut.

Sayangnya Raja William dan istananya tidak berbuat banyak untuk mendapatkan simpati dari mereka yang tinggal di provinsi selatan. Bahkan, Belanda bahkan mengingkari janji untuk mengangkat pejabat administratif senior dari utara dan selatan kerajaan dalam jumlah yang sama.

Pada tahun 1828, kelompok sekuler dan religius dari Selatan yang mendukung reformasi bersatu melawan pemerintahan Raja William I. Masalah ekonomi segera berpadu dengan seruan reformasi ini dan memicu pemberontakan besar-besaran.

Berkuasanya Leopold

Revolusi Belgia dimulai dengan sungguh-sungguh setelah pertunjukan opera Daniel Auber, La Muette de Portici, pada tanggal 25 Agustus 1830. Kerusuhan terjadi di Brussels saat penonton teater bergegas keluar untuk bergabung dengan massa pengunjuk rasa yang semakin besar yang marah dengan pembatasan ketat pada pasokan makanan dan masalah lainnya. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

UE Serukan Pembahasan Krisis Migran di Ceuta

23 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
UE Serukan Pembahasan Krisi...
Luar Negeri
Korsel Catatkan Suhu Terpan...
Megapolitan
Dana Bagi Hasil Tertahan, J...
Megapolitan
Kolaborasi Lintas Subsektor...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.