Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perbedaan Spesies Akibat Garis Wallacea Terjadi karena Perubahan Iklim

📅 Selasa, 22 Okt 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Perbedaan Spesies Akibat Garis Wallacea Terjadi karena Perubahan Iklim Doc: Istimewa

Garis Wallace merupakan garis imajiner penghalang biogeografis antara bagian timur dan baratnya. Penelitian terbaru menemukan hal itu akibat terpisahnya lempeng Indo-Australia dengan Antartika, lalu menabrak lempeng Euro Asia yang membentuk kepulauan Melayu.

Wallacea adalah wilayah daratan dan lautan seluas 338 ribu kilometer persegi yang penuh keajaiban dan keunikan. Wilayah ini membentang dari Pulau Lombok dan Sulawesi di sebelah baratnya sampai Kepulauan Maluku di timur.

Di utara, Wallacea membentang dari Kepulauan Talaud di Provinsi Sulawesi Utara hingga Kabupaten Rote Ndao di Provinsi Nusa Tenggara Timur di selatan. Batas-batas tersebut digambarkan dalam garis imajiner yang disebut Wallacea Line.

"Garis imajiner itu telah ada sejak jutaan tahun lalu setelah tabrakan benua memicu perubahan iklim ekstrem yang berdampak pada spesies di setiap sisi pemisah dengan cara yang berbeda," ungkap sebuah studi baru.

Batas tersebut, yang dikenal sebagai Garis Wallace, merupakan penghalang biogeografis yang pertama kali dipetakan pada tahun 1863 oleh naturalis dan penjelajah Inggris Alfred Russel Wallace, yang terkenal mengusulkan teori evolusi melalui seleksi alam pada saat yang sama dengan Charles Darwin.

Wallacea dihuni oleh berbagai jenis hewan dan tumbuhan campuran dari wilayah Asia dengan Australia dan Papua. Ada ratusan jenis burung, mamalia kecil dan sedang, primata, reptil, dan tumbuhan-tumbuhan di wilayah ini. Sebagian di antaranya adalah spesies endemik alias tidak akan ditemui di daerah lainnya.

Spesies unik seperti komodo, anoa, tarsius, babi rusa, hingga lebah raksasa, merupakan spesies asli penghuni pulau-pulau yang tersebar di Wallacea. Ini belum dihitung dengan kekayaan laut di Wallacea yang termasuk dalam kawasan Segitiga Karang Dunia (Coral Triangle) yang merupakan wilayah dengan keanekaragaman makhluk perairan yang luar biasa.

Wallace sendiri merupakan orang yang pertama kali menjelajahi keanekaragaman hayati di wilayah ini. Dia membukukan catatan perjalanan bersama ratusan asistennya dalam buku berjudul Malay Archipelago atau Kepulauan Melayu.

Dalam perjalanannya melintasi Kepulauan Melayu yang terdiri atas rangkaian lebih dari 25.000 pulau antara Asia tenggara dan Australia, serta yang meliputi negara-negara modern seperti Filipina, Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, dan Singapura, Wallace memperhatikan bahwa spesies yang ditemuinya berubah drastis melewati titik tertentu. Titik ini kemudian menjadi batas Garis Wallace.

Di sisi Asia dari garis tersebut, makhluk-makhluk tersebut secara eksklusif berasal dari Asia. Namun, di sisi Australia dari batas tersebut, hewan-hewan merupakan campuran keturunan Asia dan Australia, hingga selama lebih dari satu abad, distribusi spesies yang asimetris di sepanjang Garis Wallace membingungkan para ahli ekologi.

Sesuatu terjadi yang memungkinkan spesies Asia bergerak ke satu arah tetapi mencegah spesies Australia bergerak ke arah sebaliknya, tetapi tidak jelas apa itu. Namun dalam beberapa tahun terakhir, muncul teori baru yang para peneliti kini meyakini bahwa distribusi spesies yang tidak merata di sepanjang Garis Wallace disebabkan oleh perubahan iklim ekstrem yang diakibatkan oleh aktivitas tektonik sekitar 35 juta tahun lalu, ketika Australia memisahkan diri dari Antartika dan menabrak Asia, sehingga melahirkan Kepulauan Melayu.

Dampak Iklim

Yang terbaru tentang Wallacea dan Garis Wallace adalah para peneliti kini memahami mengapa terdapat distribusi spesies hewan yang tidak merata di kedua sisi batas misterius tersebut untuk menjawab teka-teki lama tentang garis evolusi raksasa lebih dari 160 tahun setelah batas tersebut pertama kali dibuat.

Dalam studi baru yang dipublikasikan pada 6 Juli 2023 di jurnal Science, para peneliti menggunakan model komputer untuk mensimulasikan bagaimana hewan terpengaruh oleh dampak iklim yang dipicu oleh tumbukan benua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.