Perbedaan Spesies Akibat Garis Wallacea Terjadi karena Perubahan Iklim
📅 Selasa, 22 Okt 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoModel tersebut memperhitungkan kemampuan penyebaran, preferensi ekologi, dan keterkaitan evolusi lebih dari 20.000 spesies yang ditemukan di kedua sisi Garis Wallace. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies Asia jauh lebih cocok untuk hidup di Kepulauan Melayu pada saat itu.
Perubahan iklim utama pada saat itu tidak disebabkan oleh pergerakan benua itu sendiri, melainkan oleh dampaknya terhadap lautan Bumi.
"Ketika Australia menjauh dari Antartika, Australia membuka area laut dalam di sekitar Antartika yang sekarang menjadi tempat Arus Lingkar Kutub Antartika (Antarctic Circumpolar Current/ACC) berada," kata penulis utama studi Alex Skeels, seorang ahli biologi evolusi di Universitas Nasional Australia, dalam sebuah pernyataan.
ACC, yang mengelilingi Antartika, adalah arus laut terbesar di dunia dan terus memainkan peran penting dalam mengatur iklim Bumi saat ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Hal ini secara dramatis mengubah iklim Bumi secara keseluruhan; membuat iklim menjadi jauh lebih dingin," tutur Skeels.
Model baru tersebut mengungkapkan bahwa perubahan iklim tidak mempengaruhi semua spesies secara merata. Iklim di Asia tenggara dan Kepulauan Melayu yang baru terbentuk tetap jauh lebih hangat dan basah daripada di Australia, yang telah menjadi dingin dan kering.
Akibatnya, makhluk-makhluk di Asia beradaptasi dengan baik untuk hidup di Kepulauan Melayu dan menggunakannya sebagai "batu loncatan" untuk bergerak menuju Australia, kata Skeels. "Namun ini tidak berlaku untuk spesies Australia," ucap Skeels. "Mereka berevolusi di iklim yang lebih dingin dan semakin kering dari waktu ke waktu dan, oleh karena itu, kurang berhasil mendapatkan pijakan di pulau-pulau tropis dibandingkan dengan makhluk yang bermigrasi dari Asia," imbuh dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para peneliti berharap model mereka dapat digunakan untuk memperkirakan bagaimana perubahan iklim masa kini akan mempengaruhi spesies yang masih hidup. "(Model ini dapat) membantu kita memprediksi spesies mana yang mungkin lebih ahli dalam beradaptasi dengan lingkungan baru, karena perubahan iklim Bumi terus mempengaruhi pola keanekaragaman hayati global," kata Skeels.
Para peneliti tersebut menyimpulkan distribusi spesies yang tidak merata di sepanjang Garis Wallace disebabkan oleh perubahan iklim ekstrem yang diakibatkan oleh aktivitas tektonik sekitar 35 juta tahun lalu. Saat itu Australia memisahkan diri dari Antartika dan menabrak Asia, sehingga melahirkan Kepulauan Melayu. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!