Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Harus Menjadi Advokat Sejati Bagi Rakyat

24 Senin, 21 Okt 2024, 02:14 WIB | Oleh:
Pemerintah Harus Menjadi Advokat Sejati Bagi Rakyat Doc: Istimewa
Ket. Ketua Pergerakan Advokat, Heroe Waskito

JAKARTA - Gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk berani melihat kenyataan secara objektif adalah langkah awal yang tepat untuk menjalankan reformasi lanjutan. Inilah saatnya bagi pemerintah untuk menjadi advokat sejati bagi rakyat, baik dalam menghadapi ancaman dari dalam negeri maupun dari arena internasional.

"Inilah saatnya bagi rezim untuk menjadi advokat sejati bagi rakyat, baik dalam menghadapi ancaman dari dalam negeri maupun dari arena internasional," kata Ketua Pergerakan Advokat (organisasi yang didirikan oleh para advokat berlatar belakang aktivis 98), Heroe Waskito, kepada Koran Jakarta, Minggu (20/10).

Hal itu menanggapi pidato perdana Prabowo sebagai Presiden ke-8 Indonesia usai mengucapkan sumpah jabatan dalam Sidang Paripurna MPR RI, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (20/10).

Presiden Prabowo mengatakan sebagai pemimpin politik, jangan sampai terlalu senang melihat angka-angka statistik yang membuat terlalu cepat gembira, terlalu cepat puas. Padahal para pemimpin ini belum melihat gambaran sepenuhnya

"Kita sebagai pemimpin politik, jangan kita terlalu senang melihat angka-angka statistik yang membuat kita terlalu cepat gembira, terlalu cepat puas. Padahal kita belum melihat gambaran sepenuhnya. Kita merasa bangga bahwa kita bisa diterima di kalangan G20, kita merasa bangga bahwa kita disebut ekonomi ke-16 terbesar di dunia. Tapi, apakah kita sungguh-sungguh paham dan melihat gambaran utuh dari keadaan kita?,"kata Presiden Prabowo.

Reformasi Jilid 2

Heroe memberikan apresiasi atas pidato Presiden Prabowo. Menurut Heroe, pidato tersebut menegaskan pentingnya menjalankan apa yang disebut Heroe sebagai "Reformasi Jilid 2" yang harus dimulai dengan menyadari kesalahan-kesalahan yang telah terjadi selama ini.

Heroe menekankan bahwa inilah saatnya bagi rezim untuk menjadi advokat sejati bagi rakyat, baik dalam menghadapi ancaman dari dalam negeri maupun dari arena internasional.

Menurut Heroe, salah satu kelemahan yang mencolok dari status Indonesia sebagai negara G20 adalah ketidakmampuan kita untuk menjadi advokat bagi rakyat miskin.

"Status G20 tidak cukup jika kita tidak mampu mengatasi ketimpangan yang ada di masyarakat. Fakta menunjukkan bahwa ketimpangan antara kelompok kaya dan miskin di Indonesia masih sangat tinggi," tegas Heroe.

Heroe juga menyoroti perbedaan mencolok dalam tabungan masyarakat kelas atas dan bawah. Data menunjukkan bahwa 10% orang terkaya di Indonesia menguasai lebih dari 75% total kekayaan nasional, sementara 50% penduduk terbawah hanya memiliki sekitar 2% dari total kekayaan.

"Ketimpangan ini tidak hanya terjadi dalam distribusi kekayaan, tetapi juga dalam akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan yang layak," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
Banjir Luapan Sungai di Ace...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.