Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Berbasis Kebudayaan Solusi Bangun SDM

📅 Kamis, 17 Okt 2024, 04:32 WIB | Oleh:
Ekonomi Berbasis Kebudayaan Solusi Bangun SDM Doc: Muhamad Marup
Ket. Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hilmar Farid, dalam Seminar Kebudayaan yang diakses secara daring, Rabu (16/10).

JAKARTA - Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hilmar Farid, mengatakan pentingnya memngembangkan ekonomi berbasis kebudayaan. Hal tersebut dapat menjadi solusi atas krisis yang terjadi dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).

"Sebagai alternatifnya ekonomi yang berbasis pengelolaan kekayaan budaya dan kekayaan intelektual sesungguhnya bisa menjadi solusi," ujarnya, dalam Seminar Kebudayaan yang diakses secara daring, Rabu (16/10).

Dia menerangkan, ekonomi berbasis kebudayaan terdiri dari berbagai kegiatan seperti warisan budaya dan alam, pertunjukan dan perayaan, seni rupa dan kerajinan, buku dan jurnalistik, media interaktif dan audio visual, serta desain dan layanan kreatif. Menurutnya, konsep ekonomi berbasis kebudayaan dapat berkontribusi terhadap sosial serta identitas masyarakat.

"Kegiatan-kegiatan ekonomi yang sekarang sudah terlihat sebetulnya wujudnya, tetapi belum pernah dikonsolidasi ya sehingga belum bisa betul-betul terlihat sebagai sebuah sektor," jelasnya.

Tantangan Pembangunan

Hilmar mengungkapkan, bahwa pada tahun 2045 atau 100 tahun Republik Indonesia harus dipersiapkan. Menurutnya, menciptakan generasi emas bukan perjalanan yang mudah, mulus dan penuh tantangan.

Dia menambahkan, PBB membuat laporan Pembangunan Manusia, yang menerangkan bahwa saat ini ada 3 masalah yang mesti dihadapi. Masalah tersebut yaitu kerusakan lingkungan, transformasi sosial yang begitu cepat, dan konflik yang berkepanjangan.

"Dari permasalahan tersebut yang harus dicari dan tawarkan solusi apa yang harus kita tanggapi, secara spesifik. Sudut pandang kebudayaan bisa menjadi solusi," katanya.

Hilmar menilai, pertumbuhan ekonomi berbasis industri yang tidak berkelanjutan berpotensi menambah parah kondisi sosial dan lingkungan. Di sisi lain, ekonomi berbasis budaya dan kekayaan intelektual menawarkan solusi berkelanjutan dan pelestarian lingkungan, fokusnya tidak hanya peningkatan pendapatan.

"Pada akhirnya di masa mendatang, ada banyak bidang dan jenis pekerjaan baru dalam ekonomi berbasis kekayaan budaya dan kekayaan intelektual," ucapnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Bulu Tangkis Beregu Putra-putri ke Semifinal

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Bulu Tangkis Beregu Putra-p...
Advertisement
BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.