Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kanada Menuduh India Gunakan Mafia untuk Membunuh Pembangkang

📅 Selasa, 15 Okt 2024, 16:08 WIB | Oleh:
Kanada Menuduh India Gunakan Mafia untuk Membunuh Pembangkang Doc: Istimewa
Ket. Agen pemerintah Modi diduga bekerja sama dengan sindikat yang dipimpin oleh bos mafia Lawrence Bishnoi.

OTTAWA - Polisi Kanada pada Senin (14/10) menuduh pemerintah India bekerja sama dengan jaringan kriminal yang dijalankan oleh salah satu gangster paling terkenal di India, Lawrence Bishnoi, untuk melakukan pembunuhan yang ditargetkan terhadap para pembangkang di Kanada.

Dikutip dari The Guardian, perselisihan diplomatik terjadi antara India dan Kanada pada hari Senin setelah polisi Kanada menuduh diplomat India melakukan kegiatan "kriminal" di negara tersebut, termasuk pemerasan, intimidasi, pemaksaan dan pelecehan, serta keterlibatan dalam pembunuhan yang ditargetkan terhadap warga negara Kanada.

Polisi Kanada mengatakan, mereka telah menemukan bukti yang melibatkan diplomat tinggi India, Sanjay Verma, dalam pembunuhan Hardeep Singh Nijjar, seorang aktivis Sikh yang ditembak mati di luar sebuah gurdwara di pinggiran kota Vancouver pada Juni tahun lalu.

India menolak tuduhan tersebut sebagai "tidak masuk akal" dan mengklaim bahwa tuduhan tersebut merupakan bagian dari agenda politik Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau . Ketika ketegangan antara kedua negara mencapai titik terendah, kedua negara saling mengusir diplomat senior masing-masing.

Di antara tuduhan yang dibuat oleh polisi Kanada adalah bahwa agen pemerintah India telah bekerja sama dengan sindikat kriminal yang dijalankan oleh bos mafia India yang berkuasa, Bishnoi, untuk melakukan pembunuhan. Mereka menuduh bahwa komunitas Asia Selatan, "khususnya elemen pro-Khalistani", menjadi sasaran pemerintah India.

Bishnoi telah dipenjara sejak 2014 tetapi dituduh mengawasi salah satu kerajaan kriminal terbesar di India dan telah terlibat dalam beberapa pembunuhan tingkat tinggi, termasuk penembakan seorang politisi di Mumbai selama akhir pekan.

"Apa yang telah kami lihat adalah penggunaan unsur-unsur kejahatan terorganisasi," kata Brigitte Gauvin, asisten komisaris polisi Kanada, dalam sebuah konferensi pers pada hari Senin.

"Hal ini secara terbuka dikaitkan dengan satu geng kejahatan terorganisasi secara khusus. Kami yakin kelompok Bishnoi terhubung dengan agen-agen pemerintah India."

Geng Bishnoi disebut-sebut makin banyak muncul di Kanada, tempat diaspora Sikh India yang cukup besar. Pada September 2023, geng Bishnoi mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan Sukhdool Singh Gill, yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok Khalistani dan masuk dalam daftar buronan pemerintah India. Gill ditembak mati di kota Winnipeg, Kanada, dan penyidik ??Kanada mengatakan mereka kini yakin pembunuhan itu atas perintah agen India.

Tuduhan Kanada tersebut telah memicu meningkatnya tuduhan bahwa pemerintah India, di bawah perdana menteri, Narendra Modi , telah mengatur kampanye kekerasan transnasional terhadap mereka yang dianggap sebagai pembangkang atau ancaman terhadap negara.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, Trudeau mengatakan: "India telah melakukan kesalahan besar dengan memilih menggunakan diplomat dan kejahatan terorganisasi untuk menyerang warga Kanada."

Sebuah laporan di Washington Post mengutip pejabat Kanada yang mengklaim memiliki bukti bahwa serangan dan pengawasan terhadap warga Sikh di Kanada telah diizinkan langsung oleh menteri dalam negeri India, Amit Shah, yang dikenal sebagai tangan kanan Modi.

Laporan itu juga mengklaim bahwa bukti keterlibatan tingkat tinggi India dalam kegiatan kriminal di Kanada telah disampaikan kepada penasihat keamanan nasional India, Ajit Doval, pada pertemuan rahasia selama akhir pekan, di mana Doval membantah terlibat dalam kekerasan.

Doval dilaporkan menepis tuduhan bahwa India merekrut geng Bishnoi untuk melakukan pembunuhan yang ditargetkan, tetapi mengakui bahwa Bishnoi "mampu mengatur kekerasan dari mana pun dia dipenjara".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.