Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Gembira, Keren Sebanyak 25,5 Juta UMKM Telah 'Go Digital'

📅 Senin, 14 Okt 2024, 19:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Gembira, Keren Sebanyak 25,5 Juta UMKM Telah 'Go Digital' Doc: ANTARA/Shofi Ayudiana
Ket. Deputi Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah (tengah) menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Senin (14/10/2024).

Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM mencatat hingga Juli 2024 sebanyak 25,5 juta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) telah bertransformasi dan masuk ke dalam ekosistem digital.

Deputi Kewirausahaan Kemenkop UKM Siti Azizah dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa digitalisasi yang dilakukan antara lain optimalisasi penggunaan e-katalog dan media sosial bagi pelaku usaha mikro.

Kemudian, optimalisasi e-commerce lokal dan homogen bagi pelaku usaha kecil, serta digitalisasi pendataan anggota dan pelaporan keuangan bagi usaha menengah.

Dia menjelaskan bahwa transformasi digital UMKM ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah masifnya perdagangan digital, melainkan harus membanjiri lokapasar-lokapasar(marketplace)yang ada dengan produk-produk UMKM dalam negeri.

Siti Azizah menambahkan bahwa digitalisasi yang digalakkan tidak hanya sebatas pada pemasaranonline, tetapi juga berbagai aspek bisnis UMKM lainnya, mulai dari produksi, pengelolaan sumber daya manusia, hingga pembayaran.

"Kami mendapatkan data bahwa hingga saat ini terdapat 32 jutamerchanttelah terdaftar sebagai pengguna QRIS, di mana 95 persen adalah pelaku UMKM," kata dia.

Berdasarkan hasil pengumpulan data yang dilakukan oleh Kemenkop UKM sejak 2022 sampai 2023, terdapat 13,4 juta pelaku koperasi dan UMKM sektor non-pertanian yang tersebar di 455 kabupaten/kota di 34 provinsi.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki sebelumnya menyatakan bahwa digitalisasi merupakan bagian penting untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk UMKM dalam negeri.

"Digitalisasi bukan hanya masuk ke pasar digital, tetapi juga harus memanfaatkansmart factorymaupunInternet of Things (IoT)," ucap Teten dalam acara Kompas 100 CEO di Ibu Kota Nusantara, Jumat (11/10).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.