Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Usut Tuntas, Polri Sebut PM Thailand Jamin Bantu Tangkap Pengedar Narkoba Fredy Pratama

📅 Jumat, 11 Okt 2024, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Usut Tuntas, Polri Sebut PM Thailand Jamin Bantu Tangkap Pengedar Narkoba Fredy Pratama Doc: ANTARA/Nadia Putri Rahmani
Ket. Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol. Krishna Murti (kanan) bersama Direktur Jenderal Imigrasi Silmy Karim (kiri) dalam konferensi pers penangkapan buronan Interpol di Gedung Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Jakarta, Kamis (10/10/2024).

Jakarta - Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri mengatakan bahwa Perdana Menteri Thailand menjamin akan membantu Indonesia menangkap pengedar narkoba internasional Fredy Pratama.

"Untuk kasus tersebut (Fredy Pratama), mereka 100 persen serius akan menangkap membantu kami. Hanya saja, mereka meminta waktu. Itu sudah ada jaminan dari Perdana Menteri Thailand," kata Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol. Krishna Murti di Jakarta, Kamis.

Pembicaraan kerja sama kedua negara dalam menangkap Fredy Pratama semakin menguat usai Indonesia berhasil menangkap buronan nomor satu Thailand, yaitu Chaowalit Thungduang alias Sia Pang Nanode alias Sulaiman.

Selain dengan Thailand, lanjut Mukti, Indonesia juga mendapat jaminan dari pemerintah Filipina dalam negosiasi tukar buronan antara buronan Filipina, yaitu mantan Wali Kota Bamban, Filipina, Alice Guo, dengan buronan pemerintah Indonesia, yakni Gregor Johann Haas, seorang WNA Australia yang menjadi buronan kasus peredaran narkoba dan saat ini tengah ditahan di Filipina.

"Kami mendapatkan jaminan dari Presiden Filipina untuk mendukung penuh pemulangan tersangka (Gregor Johann Haas)," kata dia.

Adapun proses negosiasi tengah dalam proses pembahasan usai Alice Guo yang ditangkap di Tangerang, Banten, diserahkan oleh Divhubinter Polri kepada pemerintah Filipina yang diwakili oleh Sekretaris Dalam Negeri Filipina Benjamin Abalos Jr. pada 5 September 2024.

"Sekarang masih terjadi negosiasi karena yang bersangkutan adalah warga negara Australia walaupun itu buronannya Indonesia," kata dia.

Sedangkan untuk proses Fredy Pratama, Mukti mengungkapkan bahwa pencarian gembong narkoba tersebut membutuhkan waktu.

"Kami, ketika berhubungan dengan dunia internasional, sistem politik masing-masing negara itu berbeda. Harus sangat hati-hati. Diplomasi internasional harus diperhatikan," ucapnya.

Diketahui, Fredy Pratama merupakan warga negara Indonesia yang bermukim dan mengendalikan peredaran narkoba dari Thailand. Fredy telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak tahun 2014.

Dalam upaya menangkap Fredy, Polri membentuk tim yang diberi sandi dengan nama Operasi Escobar. Sejak September hingga Juli 2024, sebanyak 60 tersangka jaringan Fredy Pratama sudah ditangkap. Mereka tidak hanya dijerat pasal terkait peredaran narkoba, tapi juga tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.