Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
📅 Jumat, 11 Okt 2024, 00:10 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SMeski menyebut gambaran keseluruhannya "sangat memprihatinkan", Schuijt menambahkan bahwa kabar baiknya adalah "kita belum melewati titik yang tidak bisa kembali".
Ia menunjuk pada upaya global termasuk pakta terobosan yang dicapai pada pertemuan PBB terakhir tentang keanekaragaman hayati pada tahun 2022 untuk melindungi 30 persen planet ini pada tahun 2030 dari polusi, degradasi, dan perubahan iklim.
Namun, ia memperingatkan bahwa "semua perjanjian ini memiliki titik pemeriksaan pada tahun 2030 yang berisiko terlewatkan".
Beberapa studi ilmiah yang diterbitkan oleh jurnal Nature menuduh WWF memiliki bias metodologis dalam indeksnya yang menyebabkan tingkat penurunan populasi hewan menjadi berlebihan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami tetap sangat yakin akan kekokohannya," kata Andrew Terry dari Zoological Society of London dalam jumpa pers, menyoroti penggunaan "berbagai indikator, yang melihat risiko kepunahan, keanekaragaman hayati, dan kesehatan ekosistem untuk benar-benar memperluas gambaran tersebut".
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!