Museum Nasional Kembali Dibuka
📅 Jumat, 11 Okt 2024, 03:03 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Tangkapan layar Muhamad Ma'rup
Setelah insiden kebakaran pada September 2023, Museum Nasional kembali dibuka untuk umum. Renovasi yang dilakukan berkonsep reimajinasi yang bertujuan optimal dalam pelestarian museum dan cagar budaya.
JAKARTA - Museum Nasional kembali dibuka untuk publik pasca insiden kebakaran pada September 2023 silam. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, mengatakan renovasi yang dilakukan selama ini tidak berkenaan fisik bangunan, tapi berlandaskan pada gagasan reimajinasi.
"Ini menandai komitmen kita untuk merawat dan memajukan warisan budaya dan kekayaan pengetahuan bangsa Indonesia," ujar Nadiem, dalam Pembukaan Kembali Museum Nasional Indonesia, yang diakses secara daring, Kamis (10/10).
Dia menerangkan, konsep reimajinasi merupakan semangat Badan Layanan Umum (BLU) Cagar Budaya atau Indonesian Heritage Agency. Tujuannya mewujudkan upaya optimal dalam pelestarian museum dan cagar budaya yang dikelola pemerintah.
Nadiem menuturkan, reimajinasi tersebut mencakup pembaruan kuratorial dan koleksi untuk memperkuat narasi warisan budaya kita serta peningkatan fungsi dan estetika. Selain itu, renovasi memperhatikan kenyamanan dan keamanan infrastruktur serta menguatkan sumber daya manusia dalam pengelolaan cagar budaya dan museum.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Harapan kita untuk menjadikan museum dan cagar budaya dapat menjadi benar-benar ruang publik yang menarik dikunjungi dan partisipasi masyarakat ada di ruang-ruang tersebut," jelasnya.
Pameran Repatriasi
Nadiem mengungkapkan, bertepatan dengan pembukaan kembali Museum Nasional, terdapat Pameran Repatriasi dengan tema "Kembalinya Warisan Budaya dan Pengetahuan Nusantara". Pameran tersebut sebagai perayaan kembalinya artefak-artefak nusantara dari pemerintah Belanda.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pemulangan ini menjadi langkah penting dalam pemajuan kebudayaan yang sudah menjadi agenda nasional dari tahun 2017," katanya.
Dia menerangkan, pihaknya menjadikan program repatriasi sebagai program prioritas sejak tahun 2022. Sampai saat ini, sebanyak 760 benda cagar budaya berhasil kembali ke Tanah Air.
"Semoga repatriasi bisa berjalan semakin baik, sehingga lebih banyak benda repatriasi yang bisa kita pulangkan ke Tanah Air," tuturnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, mengatakan adanya Undang-undang (UU) nomor 15 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan membawa semangat baru dalam upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan nasional. "UU Pemajuan Kebudayaan merupakan panduan untuk memberikan peran strategis kepada kebudayaan dalam pembangunan nasional," tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Bagian Umum Museum dan Cagar Budaya atau Indonesian Heritage Agency (IHA) Brahmantara menyatakan bahwa museum menjadi tempat berdiskusi bagi pemuda terkait isu-isu yang relevan dengan kondisi saat ini sebagai wujud dari program Merdeka Belajar.
"Lewat berbagai aktivitas yang diselenggarakan di museum, para pemuda akan lebih perhatian dengan isu-isu saat ini, kemudian mereka akan berhimpun dengan sesama temannya untuk membicarakan hal-hal aktual, sehingga museum ini menjadi satu ruang diskusi, membangkitkan minat belajar yang tentu tidak lepas dari program Merdeka Belajar," katanya saat ditemui di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, Selasa lalu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!