Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wakil Ketua MPR RI Ajak Mahasiswa Maknai Paradox Socrates

📅 Kamis, 10 Okt 2024, 18:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wakil Ketua MPR RI Ajak Mahasiswa Maknai Paradox Socrates Doc: istimewa
Ket. Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengajak mahasiswa untuk sama-sama memaknai 'Paradox Socrates'. Hal tersebut disampaikan Ibas ketika menghadiri acara peluncuran dan bedah buku "Menegakkan Amanah Konstitusi Pendidikan" yang ditulis oleh Dr. Dede Yusuf M. Effendi.

"Jadi teringat mengenai 'Paradox Socrates' yang berkata: Saya tahu bahwa saya cerdas, karena saya tidak tahu apa-apa," ungkap Ibas.

"Mungkin terdengar membingungkan pada awalnya. Bagaimana mungkin seseorang bisa cerdas, jika mereka tidak tahu apa-apa? Ternyata, Socrates percaya bahwa orang yang paling bijaksana adalah mereka yang terus belajar dan mencari pengetahuan, bukan mereka yang berpura-pura sudah mengetahui segalanya," lanjut Ibas.

Dalam sambutannya, Ibas kemudian bertanya, apakah salah, jika kita tetap belajar pada sistem pendidikan di dunia? Model pendidikan seperti apa yang terbaik untuk Indonesia?

"Di Finlandia, fokus pendidikan lebih pada pembelajaran berbasis keterampilan. Di Singapura, keunggulan dalam matematika dan sains dikedepankan. Di Jepang, dikenal pendidikan karakter dan disiplin pembelajaran seumur hidupnya. Di Belanda, kita bisa melihat pendekatan personalisasi dalam pembelajaran. Sedangkan di Kanada mengedepankan pendidikan inklusif dan dukungan yang luas," jelas Ibas.

Sehingga menurut Ibas, 'Paradox Socrates' menjadi relevan, jika kita bisa menerapkan beberapa hal ini: misalkan, pendidikan Indonesia harus adaptif, mengacu pada kemajuan zaman, kultur, namun tetap memegang erat nilai-nilai 4 pilar kebangsaan kita.

"Harus ada sikap terbuka dan kritis dalam dunia pendidikan. Harus ada juga rasa ingin tahu yang besar dengan kerendahan hati ingin belajar dan berkembang," ungkap Ibas.

"Harus ada penguatan infrastruktur pendidikan, teknologi, hubungan kerja, dan tingkat kebahagiaan sejahtera hidup untuk para tenaga pendidik," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.