Angka Nol, Konsep India Tentang Ketiadaan
📅 Senin, 07 Okt 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: istimewa
Penemuan angka nol merupakan pendorong signifikan bagi perkembangan ilmu matematika. Dalam perkembangannya, angka ini menjadi dasar bagi kalkulus yang memungkinkan lahirnya konsep dalam fisika, teknik, dan sebagian besar teknologi modern.
Di Gwalior, kota padat di pusat India, sebuah benteng abad ke-8 berdiri megah dengan gaya abad pertengahan di dataran tinggi di jantung kota. Gwalior adalah salah satu benteng terbesar di India. Di antara menara-menara dengan kubah yang menjulang tinggi selain terdapat ukiran-ukiran yang rumit dan lukisan dinding berwarna-warni, juga akan ditemukan sebuah kuil kecil abad ke-9 yang diukir di permukaan batunya yang kokoh.
Kuil Chaturbhuj sangat mirip dengan banyak kuil kuno lainnya di India kecuali kuil ini merupakan perwujudan dari titik nol. Chaturbhuj ini terkenal sebagai contoh tertua dari angka nol sebagai angka tertulis yang terukir di dinding kuil. Angka itu berupa prasasti abad ke-9 yang menyertakan angka "270" yang terlihat amat jelas.
Penemuan angka nol di India merupakan perkembangan matematika yang sangat signifikan, yang merupakan dasar bagi kalkulus, yang memungkinkan perkembangan ilmu fisika, teknik, dan sebagian besar teknologi modern. Namun apa latar budaya India yang memunculkan penciptaan yang begitu penting ini bagi India modern dan dunia modern?
Koresponden BBS Mariellen Ward mengatakan, ia teringat sebuah ceramah TED oleh ahli mitologi India terkenal bernama Devdutt Pattanaik yang menceritakan sebuah kisah tentang kunjungan Alexander Agung ke India.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sang penakluk dunia itu rupanya bertemu dengan apa yang disebutnya sebagai gymnosophist, seorang pria telanjang yang bijak mungkin seorang yogi (praktisi yoga) yang duduk di atas batu dan menatap langit. Alexander bertanya kepadanya, "Apa yang sedang kau lakukan?"
"Saya mengalami kehampaan. Apa yang sedang kau lakukan?" ucap gymnosophist. Alexander Agung menjawab: "Saya sedang menaklukkan dunia." Mereka berdua tertawa seolah masing-masing menganggap yang lain bodoh dan menyia-nyiakan hidup mereka.
Kisah ini terjadi jauh sebelum angka nol pertama dipahat di dinding kuil Gwalior, tetapi ahli yoga yang bermeditasi tentang ketiadaan sebenarnya memiliki hubungan dengan penemuan angka tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Orang India, tidak seperti orang-orang dari banyak budaya lain, secara filosofis sudah terbuka terhadap konsep ketiadaan. Sistem seperti yoga dikembangkan untuk mendorong meditasi dan pengosongan pikiran, sementara agama Buddha dan Hindu menganut konsep ketiadaan sebagai bagian dari ajaran mereka.
Dr Peter Gobets, sekretaris Yayasan ZerOrigIndia yang berpusat di Belanda dan Proyek Nol yang meneliti asal-usul angka nol, mencatat dalam sebuah artikel tentang penemuan angka nol matematis (shunya dalam bahasa Sansekerta) mungkin muncul dari filosofi kekosongan atau shunyata (doktrin Buddha tentang mengosongkan pikiran seseorang dari kesan dan pikiran).
Selain itu, bangsa ini telah lama terpesona dengan matematika yang canggih. Matematikawan India awal terobsesi dengan angka-angka raksasa, menghitung hingga triliunan ketika orang Yunani Kuno berhenti pada angka sekitar 10.000. Bahkan orang India telah memiliki berbagai jenis konsep ketakterhinggaan (infinity).
Pengganti Ketiadaan
Astronom dan matematikawan Hindu bernama Aryabhata yang lahir pada tahun 476, dan Brahmagupta, lahir pada tahun 598, keduanya secara umum diyakini sebagai orang pertama yang secara formal menggambarkan sistem nilai tempat desimal modern dan menyajikan aturan yang mengatur penggunaan simbol nol.
Meskipun Gwalior telah lama dianggap sebagai lokasi kemunculan pertama angka nol yang ditulis sebagai lingkaran, sebuah gulungan naskah India kuno yang disebut manuskrip Bakhshali pada abad ke-3 atau ke-4, menunjukkan simbol titik pengganti angka nol.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!