Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perang dan Kekeringan Memaksa Siswa di Ethiopia Putus Sekolah

📅 Sabtu, 05 Okt 2024, 09:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perang dan Kekeringan Memaksa Siswa di Ethiopia Putus Sekolah Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Sebanyak 60 persen siswa di wilayah Tigray, Ethiopia putus sekolah akibat perang dan kekeringan.

ADDIS ABABA - Situasi ekonomi pasca-perang dan kekeringan parah telah memaksa 60 persen siswa di wilayah Tigray, Ethiopia, untuk putus sekolah, kata seorang pejabat kepada Anadolu.

Kepala Biro Pendidikan Regional, Ismail Abdurahman, mengatakan bahwa wilayah tersebut sedang berjuang untuk pulih dari dampak konflik yang dimulai pada November 2020, yang telah menewaskan ratusan ribu orang dan membuat jutaan orang mengungsi.

Permusuhan mereda setelah perjanjian damai ditandatangani di Afrika Selatan dan Kenya pada November 2022, tetapi wilayah tersebut masih bergulat dengan efek jangka panjang dari perang.

Kondisi ini memperburuk tantangan ekonomi dan sosial, yang pada akhirnya menghalangi para siswa untuk kembali ke sekolah.

"Kami telah merencanakan untuk mendaftarkan 2,5 juta siswa di seluruh wilayah, tetapi sejauh ini, kami baru berhasil mendaftarkan hampir satu juta," kata Abdurahman.

Ia menambahkan bahwa banyak siswa yang memilih untuk berhenti sekolah karena kesulitan ekonomi, dengan beberapa di antaranya bekerja untuk mendukung keluarga mereka, terutama di daerah yang terkena dampak kekeringan.

Abdurahman juga mencatat bahwa masalah ini diperburuk oleh fakta bahwa 106 sekolah saat ini digunakan sebagai kamp bagi orang-orang yang mengungsi di dalam negeri (IDP), sehingga fasilitas pendidikan tidak dapat menampung siswa.

Pihak berwenang terus menghadapi kesulitan dalam memulihkan sistem pendidikan karena Tigray, wilayah terbesar kelima dengan populasi hampir 6 juta orang, baru pulih dari konflik dua tahun yang menghancurkan antara Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) dan pemerintah federal.

Moujib, seorang guru sekolah menengah, menyoroti meningkatnya frustrasi di kalangan siswa, yang merasa kecewa dengan sistem pendidikan yang mereka yakini tidak dapat mengatasi masalah ekonomi jangka panjang mereka.

"Saya sangat sedih melihat bahkan siswa-siswa yang cerdas mempertimbangkan untuk melarikan diri ke negara lain demi mencari peluang ekonomi yang lebih baik, daripada melanjutkan pendidikan mereka," kata Moujib.

Dia mengatakan kepada Anadolu bahwa tekanan ekonomi tidak hanya memengaruhi siswa, tetapi juga para guru, yang telah berbulan-bulan tidak menerima gaji.

"Empat belas bulan tanpa gaji telah membuat kami tidak mampu mengajar siswa dengan baik, apalagi mendorong lebih banyak siswa untuk mendaftar," kata Moujib, menekankan bahwa beberapa siswa sempat kembali ke sekolah tetapi kemudian meninggalkannya untuk bekerja guna mendukung keluarga mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.