Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Radang Otak, Ini Alasan Kenapa Harus Segera Vaksin Japanese Encephalitis

📅 Sabtu, 05 Okt 2024, 14:58 WIB | Oleh: Tim Penulis

Vaksin JE pertama kali dikembangkan pada pertengahan abad ke-20 dan sejak itu digunakan secara luas di sejumlah negara Asia yang terkena wabah JE.

Di Indonesia, beberapa kota/kabupaten sudah mewajibkan vaksinasi JE untuk anak-anak dan remaja berusia 9 bulan hingga 15 tahun. Kota Yogyakarta, misalnya, mencanangkan program vaksinasi JE untuk 82 ribu anak.

Vaksin JE bekerja dengan merangsang tubuh agar menghasilkan zat kimia dalam darah sekaligus bagian dari sistem kekebalan (antibodi) yang bertugas melawan virus JE. Dengan begitu, ketika kamu terpapar virus JE, tubuhmu sudah memiliki kekebalan yang cukup untuk melawan infeksi.

Vaksin JE memiliki tingkat perlindungan hingga 90% atau lebih dalam mencegah infeksi Japanese encephalitis virus. Selain itu, pemberian dua dosis vaksin bisa mempertahankan kekebalan hingga beberapa tahun. Namun, untuk mempertahankan kekebalan jangka panjang, pemberian booster tetap disarankan.

Terdapat beberapa jenis vaksin JE yang sudah tersedia, yaitu live attenuated chimeric vaccine (IMOJEV MD), inactivated mouse brain-derived vaccine (JE-MB), inactivated vero cell-derived vaccine (JE-VC/IXIARO), dan live-attenuated vaccine (galur SA 14-14-2).

Vaksin JE yang digunakan di Indonesia saat ini adalah IMOJEV MD-berisi satu jenis virus Japanese encephalitis yang telah dilemahkan. Namun, jangan khawatir, penggunaan vaksin ini tidak lantas membuat kamu tertular penyakit JE, melainkan membantu antibodi membangun sistem pertahanan sehingga tubuhmu sanggup melawan infeksi JEV.

Di sejumlah negara, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Cina, program vaksinasi JE massal efektif mengurangi kasus JE secara signifikan.

Jepang, negara asal ditemukannya virus JE, telah berhasil mengendalikan penyebaran penyakit melalui program vaksinasi yang luas dan berkelanjutan sejak tahun 1950-an.

Selain lewat vaksinasi JE, penyebaran penyakit juga bisa dicegah masyarakat, terutama penghuni kawasan berisiko tinggi tertular virus, melalui sejumlah cara. Masyarakat bisa membersihkan genangan air tempat berkembang biak nyamuk, terutama di sekitar rumah dan tempat umum.

Penggunaan obat antinyamuk, baik berbentuk krim ataupun semprotan, bisa jadi langkah pencegahan tambahan. Untuk orang yang tinggal atau bekerja di daerah endemik, kenakan pakaian panjang dan pelindung tubuh agar mengurangi risiko digigit nyamuk.

Meski begitu, vaksinasi JE tetap harus diprioritaskan sebagai langkah pencegahan utama. Dengan tingkat efektivitas yang tinggi, vaksin JE terbukti sanggup melindungi individu dari risiko ensefalitis parah akibat infeksi JEV.

Butuh kerja sama semua pihak

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyelenggarakan program vaksinasi JE sejak tahun 2023, dengan harapan dapat menekan kasusnya dalam beberapa tahun ke depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.