Cegah Radang Otak, Ini Alasan Kenapa Harus Segera Vaksin Japanese Encephalitis
📅 Sabtu, 05 Okt 2024, 14:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Shutterstock/Worawee Meepian
Arif Nur Muhammad Ansori, Universitas Airlangga
Indonesia masih menghadapi berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus, salah satunya japanese encephalitis (JE). Penyakit akibat infeksi Japanese encephalitis virus (JEV) ini sering ditemukan di kawasan yang banyak dihinggapi nyamuk penular penyakit (vektor).
Selama kurun 2014 hingga 2024, terdapat lebih dari 140 kasus JE di Indonesia. Penyakit JE sangat berbahaya karena dapat menyebabkan radang otak (ensefalitis) yang berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Untuk mencegah penyebaran penyakit JE, pemerintah Indonesia menggelar program vaksinasi japanese encephalitis di sejumlah kabupaten/kota.
Lantas, seberapa efektif vaksin japanese encephalitis untuk mengatasi penyakit JE?
Sebaiknya Anda baca juga:
Penularan dan gejala 'japanese encephalitis'
Sebelum menginfeksi manusia, JEV mulanya berkembang di tubuh babi dan burung air. Lalu, virus ini dibawa oleh nyamuk Culex tritaeniorhynchus setelah menghisap darah babi atau burung air yang terinfeksi. Manusia bisa tertular penyakit JE setelah digigit oleh nyamuk culex pembawa JEV.
Penyebaran penyakit JE terutama terjadi di kawasan padat penduduk yang dekat dengan lingkungan tinggal nyamuk culex, yaitu genangan air di area persawahan, kolam, maupun peternakan. Penyebaran penyakit ini kian masif ketika nyamuk culex banyak berkembang biak saat musim hujan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seseorang yang terinfeksi JEV bisa mengalami gejala yang bervariasi, dari ringan hingga berat. Pada tahap awal, pengidap JE mungkin mengalami demam ringan, sakit kepala, maupun gejala serupa flu. Pada kasus yang lebih parah, infeksi JEV dapat menyebabkan radang otak, yang ditandai dengan demam tinggi, sakit kepala hebat, kejang, penurunan kesadaran, hingga koma.
Kebanyakan pengidap JE mengalami gejala ringan atau bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali. Meski begitu, sekitar 1 dari 250 pengidap JE berisiko mengalami radang otak parah yang dapat berakibat fatal. Dalam beberapa kasus, penyakit ini bisa menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak.
Tingkat kematian pasien radang otak akibat penyakit JE mencapai 30%. Sekitar 30-50% pasien yang selamat juga berisiko mengalami kerusakan saraf jangka panjang, seperti kelumpuhan, gangguan bicara, maupun keterbelakangan mental yang parah.
Kerusakan ini dapat menghambat perkembangan fisik dan mental anak penyintas JE sehingga sangat berdampak terhadap kualitas hidup mereka.
Seberapa efektif vaksin JE?
Salah satu cara paling efektif untuk mengendalikan penyebaran japanese encephalitis adalah melalui vaksinasi JE. Program vaksin ini sangat penting untuk melindungi masyarakat, terutama anak-anak, kelompok yang paling rentan terinfeksi JEV.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!