Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inggris Umumkan Investasi Rp447 Triliun untuk Proyek Penangkapan Karbon

📅 Jumat, 04 Okt 2024, 09:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Inggris Umumkan Investasi Rp447 Triliun untuk Proyek Penangkapan Karbon Doc: The Independent/Benjamin Cremel/PA
Ket. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

LONDON - Pemerintah Inggris pada hari Jumat (4/10) mengumumkan investasi hampir £22 miliar atau Rp447 triliun dalam proyek untuk menangkap dan menyimpan emisi karbon yang dihasilkan oleh industri dan produksi energi.

Uang tersebut akan mendanai "kelompok penangkapan karbon" di Merseyside, Inggris barat laut, dan Teesside, Inggris timur laut.

Pemerintahan Buruh yang baru telah meluncurkan badan milik publik baru, Great British Energy, untuk memacu investasi dalam proyek-proyek terbarukan dalam negeri dan mempercepat laju peralihan ke energi yang lebih bersih.

Diharapkan proyek baru ini akan menciptakan 4.000 lapangan pekerjaan dan mendukung 50.000 lainnya dalam 25 tahun ke depan dan membantu Inggris memenuhi target iklimnya dengan menghilangkan 8,5 juta ton emisi karbon setiap tahun.

Perdana Menteri Keir Starmer mengatakan proyek tersebut "menghidupkan kembali pusat industri kita dengan berinvestasi pada industri masa depan".

Penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (CCUS) adalah teknologi yang berupaya menghilangkan emisi yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar untuk energi dan dari proses industri.

Karbon ditangkap dan kemudian disimpan secara permanen di berbagai lingkungan bawah tanah.

Badan Energi Internasional meyakini ini bisa menjadi senjata penting dalam perang melawan perubahan iklim akibat emisi.

Dana sebesar £21,7 miliar akan mensubsidi tiga proyek di Teesside dan Merseyside -- dua wilayah di Inggris yang menderita akibat kemerosotan industri berat.

Ini juga akan membantu mendanai jaringan transportasi dan penyimpanan untuk memindahkan karbon ke penyimpanan geologis di Teluk Liverpool dan Laut Utara.

Karbon dioksida pertama akan disimpan mulai tahun 2028.

"Pengumuman hari ini akan memberikan kepastian yang dibutuhkan industri -- berkomitmen untuk mendanai teknologi inovatif ini selama 25 tahun -- guna membantu menyediakan lapangan pekerjaan, memacu pertumbuhan, dan memperbaiki negara ini untuk selamanya," kata Starmer, yang akan mengungkap rencana tersebut bersama Menteri Iklim Ed Miliband dan Menteri Keuangan Rachel Reeves.

Direktur kebijakan Greenpeace Inggris, Doug Parr, mengkritik rencana tersebut, dengan mengatakan bahwa rencana tersebut akan "memperpanjang umur produksi minyak dan gas yang memanaskan planet.

"Sebagian besar uang tunai ini seharusnya diinvestasikan untuk menciptakan lapangan kerja baru di industri hijau masa depan, seperti tenaga angin lepas pantai, atau meluncurkan program isolasi rumah nasional yang akan menjaga rumah kita lebih hangat, tagihan listrik lebih rendah, dan mengurangi ketergantungan pada gas," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.