Shukrayaan, Wahana India untuk Pelajari Planet Venus
📅 Kamis, 03 Okt 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoDana bagi program penerbangan luar angkasa berawak Gaganyaan India kini mencapai 2,4 miliar dollar AS setelah kabinet memberikan tambahan 1,35 miliar dollar AS. Anggaran yang diperluas ini akan mendukung persyaratan perangkat keras tambahan dan uji terbang tanpa awak keempat untuk misi tersebut, menurut pernyataan kabinet.
Uji terbang pertama, yang disebut G1, dijadwalkan akhir tahun ini, dengan penerbangan berikutnya, G2, G3, dan G4 yang baru ditambahkan akan selesai pada tahun 2026. Negara tersebut telah mengungkapkan empat pilot Angkatan Udara India yang akan menjadi awak penerbangan Gaganyaan pertama, H1, yang dijadwalkan lepas landas tahun depan.
Awak akan menghabiskan tiga hari di orbit pada ketinggian sekitar 400 kilometer di atas Bumi. Jika berhasil, India akan menjadi negara keempat yang memiliki kemampuan untuk meluncurkan manusia ke luar angkasa secara mandiri, setelah Amerika Serikat, Russia, dan Tiongkok.
Pada 18 September lalu, pejabat kabinet juga memberikan lampu hijau untuk pengembangan modul pertama stasiun luar angkasa India yang disebut Stasiun Bharatiya Antariksh (BAS). Modul pertama stasiun tersebut, BAS-1, akan diluncurkan ke orbit Bumi rendah (LEO) pada bulan Desember 2028 dan seluruh stasiun akan beroperasi pada tahun 2035, menurut pernyataan pemerintah baru-baru ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada hari yang sama, kabinet juga menyetujui anggaran sekitar 147 juta dollar AS untuk misi pertama India ke Venus yang dikenal sebagai Misi Pengorbit Venus (Venus Orbiter Mission/VOM) atau dalam bahasa setempat disebut Shukrayaan.
Shukrayaan-1 adalah pengorbit yang diusulkan ke Venus oleh ISRO untuk mempelajari permukaan dan atmosfer Venus. Dana untuk proyek ini telah dikeluarkan pada tahun 2017 untuk menyelesaikan studi pendahuluan dan permintaan untuk instrumen telah diumumkan.
Pengorbit, tergantung pada konfigurasi akhirnya, akan memiliki kemampuan muatan sains sekitar 100 kilogram dengan daya 500 W yang tersedia. Orbit elips awal di sekitar Venus diperkirakan memiliki 500 kilometer pada periapsis dan 60.000 kilometer pada apoapsis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peluncuran pengorbit yang ditargetkan akan berlangsung pada Maret 2028, lima tahun lebih lambat dari yang direncanakan, menurut pernyataan pemerintah. Sebesar 99 juta dollar AS akan dihabiskan untuk wahana antariksa yang tengah dikembangkan oleh ISRO. Anggaran yang tersisa akan mendanai pengembangan muatan sains, dukungan stasiun darat, dan wahana peluncur, demikian bunyi pernyataan tersebut.
Misi tersebut akan membawa seperangkat instrumen sains untuk mengumpulkan data tentang atmosfer, geologi, dan evolusi Venus. Peralatan ini guna menjelaskan mengapa lingkungannya sangat berbeda dibandingkan dengan Bumi meskipun kedua planet tersebut berukuran hampir sama dan telah menerima jumlah air yang sama miliaran tahun yang lalu. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!