Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Shukrayaan, Wahana India untuk Pelajari Planet Venus

📅 Kamis, 03 Okt 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Shukrayaan, Wahana India  untuk Pelajari Planet Venus Doc: Istimewa

India bertekad maju menjadi negara yang unggul dalam teknologi luar angkasa. Setelah Chandrayaan-3 yang berhasil mendarat di Bulan, negara ini meluncurkan empat misi lagi salah satunya adalah Shukrayaan, wahana untuk mempelajari Venus.

India telah memberikan lampu hijau untuk empat proyek luar angkasa terbarunya terutama setelah keberhasilan peluncuran Chandrayaan-3. Misi dimaksud meliputi pengiriman sampel Bulan Chandrayaan-4, wahana pengorbit Venus bernama Shukrayaan-1, dan Gaganyaan yang mencakup peluncuran modul stasiun luar angkasa bernama Bharatiya Antariksh Station (BAS), dan the Next Generation Launch Vehicle (NGLV).

Untuk proyek luar angkasa ini pemerintah India mengalokasikan 2,7 miliar dollar AS untuk proyek-proyek ambisius tersebut. Angka ini dinilai sebagai sebuah investasi besar yang menurut para pejabat pasti akan mendorong partisipasi maksimum dari sektor swasta yang sedang berkembang di negara tersebut.

"Visi dan peta jalan luar angkasa India yang ambisius kini telah diberi sayap untuk terbang tinggi," kata ketua India Space Research Organization (ISRO), S Somanath kepada saluran berita India NDTV, dikutip dari space.com.

Dana tersebut disetujui pada 18 September lalu oleh kabinet negara yang diketuai oleh Perdana Menteri Narendra Modi. Anggaran sebesar itu mencakup 253 juta dollar AS untuk misi ke India ke Bulan dengan misi Chandrayaan-4.

Misi Chandrayaan-4 sendiri bertujuan untuk mengumpulkan sejumlah sampel yang tidak ditentukan di Shiv Shakti Point. Lokasi ini merupakan pendaratan wahana antariksa Chandrayaan-3 yang sekarang tidak aktif di dekat kutub selatan Bulan.

Bagi negara-negara penjelajah antariksa, wilayah tersebut sangat menarik karena adanya es. Menurut para ilmuwan es yang ada dapat ditambang untuk mendukung kehidupan dan bahan bisa menjadi salah satu bahan bakar roket.

Misi Chandrayaan-4 sendiri akan menjadi upaya kompleks yang akan meluncurkan empat modul melalui dua peluncuran roket LVM-3. Roket pertama akan mengangkut wahana pendarat dan wahana pengumpul sampel yang akan mendarat di tepi kawah yang belum ditentukan di dekat kutub selatan Bulan.

Sementara roket kedua akan menerbangkan modul transfer dan modul masuk kembali dan tetap berada di orbit Bulan. Wahana ini akan diluncurkan dari permukaan Bulan setelah sampel dikumpulkan dan memindahkan muatannya yang berharga ke modul re-entry, yang kemudian akan kembali ke Bumi untuk mendarat dengan aman.

Menurut para ilmuwan penerbangan itu bukan hal yang mudah. Ada berbagai tantangan teknis, terutama untuk meluncur kembali ke Bumi dari permukaan Bulan, terutama untuk lolos dari gravitasi Bulan yang memang lebih kecil dari gravitasi Bumi.

"Ada tantangan teknik yang signifikan untuk dipecahkan terkait kemampuan untuk meluncurkan kembali dari permukaan bulan, lolos dari gravitasi Bulan, dan kembali ke Bumi," kata Direktur Laboratorium Penelitian Fisik di Gujarat, Anil Bhardwaj, yang terlibat dalam banyak misi planet India, kepada surat kabar harian India Mint.

Meskipun demikian, pemerintah India terus maju dengan rencana pengambilan sampel yang ambisius untuk terus membangun negara itu sebagai negara adikuasa luar angkasa. Misi tersebut diharapkan menjadikan negara itu mandiri dalam teknologi dasar untuk misi berawak di masa depan.

"Misi ini akan memungkinkan India untuk mandiri dalam teknologi dasar yang penting untuk misi berawak, pengambilan sampel bulan, dan analisis ilmiah sampel Bulan," menurut pernyataan pemerintah. "Misi ini juga akan memastikan pembentukan fasilitas untuk kurasi dan analisis sampel yang dikembalikan, yang akan menjadi aset nasional," imbuh mereka.

Perluas Anggaran

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.