Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

MotoGP Mandalika 2024 Tingkatkan Okupansi Hotel di Mataram

📅 Selasa, 01 Okt 2024, 15:54 WIB | Oleh:
MotoGP Mandalika 2024 Tingkatkan Okupansi Hotel di Mataram Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Ajang balapan MotoGP.

JAKARTA - Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2024 (MotoGP Mandalika) yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit pada 27-29 September 2024 sukses digelar dan terbukti mendatangkan dampak signifikan terhadap perekonomian Mataram, terutama bagi industri perhotelan.

"Berdasarkan informasi yg disampaikan Ketua IHGMA DPD NTB, ternyata event ini memberikan dampak positif terhadap tingkat okupansi hotel. Untuk harga pun, sebagaimana dalam pengawasan mereka, kenaikannya masih sesuai dengan ketentuan," kata Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf, Nia Niscaya dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/9)

Nia menjelaskan, saat ini Kemenparekraf masih melakukan kajian dampak ekonomi ajang MotoGP Mandalika 2024.

"Potensi ekonomi MotoGP sedang dihitung, tetapi paling tidak dampak bisa kita lihat pertama dari penjualan tiket. Kemudian dari rata-rata spending wisatawan mancanegara per kunjungan dikalikan jumlah. Begitu pula dengan wisnus," kata Nia.

Sedangkan Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD NTB, Lalu Kusnawan, yang hadir secara online dalam "The Weekly Brief With Sandi Uno", menyampaikan tingkat hunian hotel di daerah ring 1 MotoGP, yaitu Kute, mencapai 95%, dan diisi oleh tim pembalap. Sedangkan dari daerah Mataram mencapai 80 %.

"Jadi cukup signifikan dampak positif yang ditimbulkan dengan adanya MotoGP tahun ini," katanya.

Lalu juga menjelaskan kenaikan harga hotel saat pelaksanaan MotoGP Indonesia 2024, telah sesuai dengan Pergub Nomor 9 Tahun 2022 yang mengatur dan menerapkan harga kamar hotel.

"Agar tidak selalu di-framing bahwa akomodasi yang menjadi momok atau menjadi persoalan ini, kita berbicara tren pasar, kita berbicara global market itu di mana supply-nya itu pasti akan ada. Demikian juga saya analogikan ketika high season misalnya di tiga Gili itu harga pasti naik. Nah kenapa harga ini naik ya karena ada permintaan yang naik, rantai dari sirkulasi kebutuhan pokok lainnya juga ikut naik, yang biasanya mungkin supplier membutuhkan satu tenaga kerja kemudian karena ada kenaikan permintaan menyebabkan ini meningkat jadi semua faktor lain itu ikut," kata Lalu.

Lalu menyampaikan, siap untuk bekerja sama dalam mencari solusi harga terbaik, dengan menerapkan harga bundling tiket, hotel, serta paket wisata.

"Kalau berhubungan dengan akomodasi itu bisa kita duduk bareng mencari solusi terbaik misalnya memberikan persentase masing-masing hotel member di HGMA untuk bekerja sama bundling tiket, kemudian promosi lebih awal di destinasi juga cukup membantu. Sebagaimana kita ketahui bahwa sampai dengan saat ini, 3 Gili masih mendominasi untuk tingkat kunjungan pariwisata," kata Lalu.

Ia berharap ke depan bisa ada ruang diskusi dengan asosiasi dan para pelaku pariwisata dan ekraf di NTB.

"Semua itu bisa kalau kita kontrol dengan baik kemudian asosiasi mungkin dapat juga diberikan ruang meet and greet dengan semua tim, dalam hal ini dengan MotoGP, jadi semua tim MotoGP baik itu dengan Dorna atau dengan yang lainnya itu agar dapat menjadi salah satu upaya kami untuk berpromosi dan untuk lebih memotong harga jadi bisa kita bicarakan lebih awal bisa kita diskusikan lebih awal dan bisa diputuskan lebih awal," tutup Lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.