Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mitigasi Dampak Gempa Gedung Tinggi

📅 Selasa, 01 Okt 2024, 01:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mitigasi Dampak Gempa Gedung Tinggi Doc: ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Pusat
Ket. Pemerintah Kota Jakarta Pusat (Jakpus) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melakukan edukasi kesiapsiagaan dampak gempa bumi dan kebakaran di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin (30/9).

JAKARTA - Guna mengantisipasi dampak gempa terutama di gedung-gedung tinggi, Pemprov Jakarta mengedukasi kesiapan warga. "Pertemuan ini untuk mitigasi risiko dan pemahaman soal bencana untuk gedung bertingkat," kata Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan Sekretariat Kota Jakarta Pusat, Ishran Prasetyawan di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin.

Arahan bertujuan agar pengelola gedung dapat memanajemen keselamatan akibat gempa bumi dan kebakaran. Menurut Ishran, rapat koordinasi edukasi dampak gempa bumi dan kebakaran perlu dilakukan mengingat Jakarta Pusat menjadi kawasan di tengah kota. Di sini juga banyak gedung tinggi.

Selain edukasi gempa bumi dan kebakaran, pertemuan juga mengajarkan tentang manajemen kebakaran gedung serta pertolongan pertama kecelakaan. Maka, diperlukan mitigasi dan pemahaman risiko bencana gedung bertingkat. Dengan demikian, bila terjadi bencana bisa meminimalkan kerugian dan korban.

Ishran menjelaskan, kegiatan mitigasi termasuk cara mempersiapkan pelatihan menghadapi bencana. Apalagi, kondisi gedung Kantor Wali Kota tujuh lantai dan berusia lebih dari 30 tahun. Secara operasional, setiap gedung sudah disiapkan jalur evakuasi. Selain itu, juga ada sistem penanda bahaya kebakaran dan kesiapan air.

"Kita sama-sama harus memahami alur mekanisme standar operasional prosedurnya," tutur Ishran. Ishran menegaskan, Pemkot Jakarta Pusat bersama BPBD Jakarta, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), serta Pusat Krisis Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah berencana simulasi dampak gempa bumi dan kebakaran.

"Ke depan setelah pemberian materi ini akan diatur waktu untuk simulasi bencana gempa bumi dan kebakaran. Ini perlu dilakukan karena memang ada potensi megathrust di wilayah Jawa," tandas Ishran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
KKP Bangun 5 Kampung Nelaya...
Daerah
Wajah Kota Medan Bakal Beru...

Paus Leo XIV Desak Eropa Bersatu

34 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Paus Leo XIV Desak Eropa Be...

Serangan Russia Meningkat, Delapan Orang Tewas

43 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Serangan Russia Meningkat, ...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.