Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Masyarakat Harus Andil Cegah Kecurangan di Pilkada 2024

📅 Selasa, 01 Okt 2024, 01:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Masyarakat Harus Andil Cegah Kecurangan di Pilkada 2024 Doc: ANTARA/Fikri Yusuf/YU
Ket. MERAKIT KOTAK SUARA -- Pekerja merakit kotak suara Pilkada serentak 2024 di Gudang Logistik KPU Badung, Bali, Senin (30/9). KPU setempat merakit sebanyak 1.534 kotak suara yang akan digunakan untuk Pemilihan Gubernur Bali dan Pemilihan Bupati Badung pada 27 November 2024 mendatang di wilayah Kabupaten Badung.

JAKARTA - Perkumpulan Jaga Pemilu mengajak kembali masyarakat diharapkan untuk bersama-sama mengawasi pemilihan kepala daerah (pilkada) Serentak yang akan berlangsung serentak pada tanggal 27 November 2024 di 37 provinsi serta 415 kabupaten dan 98 kota.

Basis pemantauan ini adalah pelaporan warga. Jaga Pemilu menyiapkan sistem yang memudahkan partisipasi para pemilih terlibat dalam pemantauan. "Warga cukup menghubungi nomor WhatsApp Jaga Pemilu: 0852-8282-5268," kata Ketua Perkumpulan Jaga Pemilu Natalia Soebagjo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (30/9).

Model pelaporan ini berbeda ketika Jaga Pemilu memantau Pemilihan Umum 2024. Kala itu mereka menerima laporan-laporan warga secara langsung atau media sosial melalui situs web.

Disebutkan bahwa salah satu fokus pelanggaran yang banyak diungkap oleh Jaga Pemilu adalah penggunaan sumber daya publik oleh politikus dalam pemilu.

Menurut Natalia Soebagjo, pada pilkada penggunaan sumber daya publik tetap ditengarai menjadi salah satu modus pelanggaran.

Bila dalam pemilihan nasional yang lalu banyak sekali pelanggaran yang belum terungkap, keluasan pilkada membuat pengawasan menjadi penting. Masyarakat sipil perlu memantau dan mendokumentasikan potensi kecurangan tersebut.

"Bagi kami, pilkada sama penting dengan pemilihan umum presiden dan wakil presiden serta pemilu anggota legislatif karena kebijakan kepala daerah dan perilaku mereka berdampak pada kehidupan kita sehari-hari," kata Soebagjo.

Kerawanan Pilkada

Koordinator Legal dan Advokasi Jaga Pemilu Rusdi Marpaung menambahkan bahwa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI telah mengingatkan bahwa kerawanan dalam proses pilkada dapat terjadi pada konteks sosial politik, pencalonan, kampanye, dan pungut hitung.

Seberapa rendah atau tinggi tingkat kerawanan dan potensi kecurangan itu, menurut dia, tentu akan berbeda-beda antardaerah. Perbedaan itu terjadi karena ragam operator politik, dukungan logistik, dan karakter kelompok masyarakatnya.

"Hal lain adalah pengaruh koalisi hasil pemilihan umum nasional pada bulan Februari lalu. Meski koalisi partai-partai politik di tingkat lokal tidak melulu mengikuti komposisi nasional, di beberapa daerah kondisi nasional turut mewarnai," kata Marpaung.

Ia mengatakan bahwa bangsa ini memerlukan pimpinan yang terbaik, pemimpin yang paham masalah-masalah setempat. Pemimpin-pemimpin seperti itu hanya bisa muncul apabila pemilihan adil, tanpa intervensi, dan jujur.

"Kita belajar banyak dari pemilu pada bulan Februari lalu, kita tak mau mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama," demikian Natalia Soebagjo.

Temuan pemantauan berbasis partisipasi warga itu akan dilaporkan secara berkala oleh Jaga Pemilu dan mitra daerah secara terbuka melalui situs web jagapemilu.com. Mereka juga akan membawa laporan-laporan tersebut ke bawaslu daerah masing-masing setelah laporan terverifikasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Menekraf Menilai AI Harus J...
Nasional
Menbud Dorong Hilirisasi Bu...
Megapolitan
PLN Jalin Kerja Sama Strate...
Nasional
KPPPA Catat 11,54 Juta Pere...
Nasional
Hingga Mei 2026, KAI Group ...
Malam Puncak HUT Jakarta 2026: Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus Bundaran HI

Malam Puncak HUT Jakarta 2026: Cek Rekayasa Lalu Lintas dan Pengalihan Arus Bundaran HI

26 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 2
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 2
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.