Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Inggris Tutup Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara Terakhir

📅 Senin, 30 Sep 2024, 10:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Inggris Tutup Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara Terakhir Doc: BBC/CHRISTOPHER FURLONG/GETTY IMAGES
Ket. Pembangkit listrik Ratcliffe-on-Soar di Nottinghamshire telah menghasilkan energi sejak tahun 1967.

LONDON - Pembangkit listrik tenaga batu bara terakhir di Inggris akan resmi ditutup pada hari Senin (30/9), menjadikan Inggris sebagai negara G7 pertama yang mengakhiri ketergantungannya pada bahan bakar fosil untuk menghasilkan listrik.

Penutupan Ratcliffe-on-Soar, pembangkit listrik yang telah mendominasi lanskap Inggris tengah selama hampir 60 tahun, menandai langkah simbolis dalam ambisi Inggris untuk mendekarbonisasi listrik pada tahun 2030, dan menjadi netral karbon pada tahun 2050.

"Era batu bara mungkin akan berakhir, tetapi era baru lapangan kerja energi yang baik bagi negara kita baru saja dimulai," kata Menteri Energi Michael Shanks dalam sebuah pernyataan.

Pemilik pabrik Ratcliffe-on-Soar, Uniper mengatakan, lokasi tersebut akan memasuki periode penonaktifan selama dua tahun yang dimulai pada bulan Oktober.

Sebanyak 350 karyawan dan kontraktor Uniper yang bekerja di lokasi tersebut, akan dipindahkan ke peran lain dalam perusahaan atau meninggalkan bisnis dalam tiga periode redundansi sebelum akhir tahun 2026, kata Uniper kepada AFP.

Sebagai gantinya akan ada pengembangan baru -- "pusat teknologi dan energi bebas karbon", kata perusahaan itu.

Hal ini menandai berakhirnya ketergantungan Inggris terhadap batu bara selama 140 tahun karena menjadi negara pertama di antara negara-negara kaya G7 yang menghapus sepenuhnya listrik bertenaga batu bara.

Italia berencana melakukannya tahun depan, Prancis tahun 2027, Kanada tahun 2030, dan Jerman tahun 2038. Jepang dan Amerika Serikat belum menetapkan tanggal pasti.

"Inggris telah memberikan contoh yang harus diikuti oleh seluruh dunia", kata Doug Parr, direktur kebijakan di Greenpeace Inggris.

"Masih ada pertempuran lebih lanjut yang harus dilakukan untuk menghentikan minyak dan gas, memenuhi janji semua negara di COP28 untuk beralih dari bahan bakar fosil," tambahnya.

Bahan bakar fosil yang mencemari lingkungan ini memainkan peran penting dalam sejarah ekonomi Inggris, yang mendorong Revolusi Industri pada abad ke-18 dan ke-19 yang menjadikan negara tersebut sebagai negara adikuasa global.

Bahkan hingga tahun 1980-an, pembangkit listrik tenaga batu bara masih mewakili 70 persen bauran listrik negara itu sebelum porsinya menurun pada tahun 1990-an ketika pemerintah mulai menerapkan regulasi yang lebih ketat guna mengatasi polusi.

Dalam dekade terakhir penurunannya bahkan merosot lebih tajam ke 38 persen pada tahun 2013, 5,0 persen pada tahun 2018, lalu hanya 1,0 persen tahun lalu.

"Batu bara merupakan tulang punggung pembangkit listrik di Inggris selama lebih dari satu abad, tetapi kini tempatnya telah tercatat dalam buku sejarah," kata juru kampanye energi Friends of the Earth, Tony Bosworth.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.