Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Doktrin Nuklir Russia Sedang Diformalkan

📅 Senin, 30 Sep 2024, 02:50 WIB | Oleh:
Doktrin Nuklir Russia Sedang Diformalkan Doc: AFP/Bryan R SMITH
Ket. Pidato Lavrov | Menlu Russia, Sergei Lavrov, saat berpidato di hadapan Majelis Umum PBB di markas PBB, New York, AS, pada Sabtu (28/9). Pada pidatonya, Menlu Lavrov memperingatkan Barat tentang bahaya mencoba berjuang untuk meraih kemenangan dengan kekuatan nuklir.

MOSKWA - Kremlin pada Minggu (29/9) mengatakan bahwa amandemen terhadap doktrin nuklir Russia telah disiapkan dan akan segera diformalkan. Langkah itu berarti bahwa dokumen relevan yang menetapkan keadaan di mana senjata nuklir dapat digunakan oleh Moskwa, akan diperbarui.

"Amandemen telah disiapkan dan sekarang akan diformalkan," ungkap juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

"Situasi internasional, meningkatnya ketegangan di dekat perbatasan Russia, semakin dekatnya infrastruktur NATO dengan perbatasan tersebut, serta keterlibatan yang lebih dalam dari kekuatan nuklir Barat dalam perang Ukraina di pihak Kyiv, merupakan faktor penghambat perubahan doktrin tersebut," imbuh dia.

Sebelumnya pada Rabu (25/9) lalu, Presiden Vladimir Putin memperingatkan Barat bahwa berdasarkan usulan perubahan doktrin tersebut, Russia dapat menggunakan senjata nuklir jika diserang dengan misil konvensional dan akan menganggap serangan apapun yang didukung oleh negara dengan kekuatan nuklir sebagai serangan bersama.

Perubahan tersebut secara luas dilihat sebagai upaya Putin untuk menarik "garis merah" bagi Amerika Serikat (AS) dan sekutunya dengan mengisyaratkan bahwa Moskwa akan mempertimbangkan untuk menanggapi dengan senjata nuklir jika mereka mengizinkan Ukraina untuk menyerang jauh ke dalam Russia dengan misil jarak jauh Barat.

Peringatkan Barat

Sementara itu Menteri Luar Negeri Russia, Sergei Lavrov, pada Sabtu (28/9) mengatakan bahwa tidak masuk akal untuk mengabaikan alternatif terhadap proposal perdamaian Ukraina, dan memperingatkan Barat tentang bahaya mencoba berjuang untuk meraih kemenangan dengan kekuatan nuklir.

"Saya tidak akan berbicara di sini tentang ketidakwarasan dan bahaya dari gagasan mencoba berjuang untuk meraih kemenangan dengan kekuatan nuklir, yang merupakan tujuan Russia," kata Lavrov dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB, menyasar para pendukung Ukraina yang mendukung proposal perdamaian Kyiv.

Russia menginvasi Ukraina pada Februari 2022. Sembilan bulan kemudian, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan rencana perdamaian 10 poin untuk mengakhiri perang secara adil berdasarkan Piagam PBB dan hukum internasional. Moskwa menolak rencana tersebut.

"Yang sama tidak masuk akalnya, para pendukung Barat di Kyiv bersumpah bahwa tidak ada alternatif selain negosiasi berdasarkan formula perdamaian yang terkenal itu," imbuh Lavrov. ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.