Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diskominfo Tangerang Imbau Masyarakat Waspada terhadap Konten “Deepfake”

📅 Minggu, 16 Nov 2025, 12:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Diskominfo Tangerang Imbau Masyarakat Waspada terhadap Konten “Deepfake” Doc: ANTARA
Ket. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Mugiya Wardhany.

TANGERANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang, Provinsi Banten, mengajak masyarakat agar semakin waspada terhadap konten deepfake yang mampu mengubah wajah atau suara seseorang tampak melakukan yang sebenarnya tidak pernah terjadi.

Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, di Tangerang, Minggu (16/11), mengatakan deepfake merupakan teknologi yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memproduksi video atau audio palsu dengan kualitas tinggi.

Sejak muncul sekitar tahun 2017, teknologi ini berkembang cepat dan kini memberikan dampak besar dalam dunia politik, hiburan, hingga keamanan pribadi.

Karena itu, pada era digital yang berkembang pesat, lanjut dia, maraknya konten manipulatif berbasis AI menjadi tantangan baru bagi masyarakat dan diimbau semakin waspada terhadap konten digital yang beredar.

“Konten deepfake kini semakin sulit dibedakan dari yang asli. Masyarakat perlu membekali diri dengan pengetahuan agar tidak mudah tertipu,” ujar Mugiya.

Diskominfo Kota Tangerang membagikan tips mudah yang dapat digunakan masyarakat untuk mengecek keaslian konten digital, antara lain memperhatikan wajah terkait ekspresi tampak janggal atau tidak sinkron dengan gerakan tubuh.

Kulit yang terlalu halus atau tampak tidak sesuai dengan usia, kata dia, bisa menjadi tanda. Ketidaksesuaian tekstur kulit dengan rambut atau mata juga perlu dicurigai. Bayangan dan pencahayaan yang tidak wajar pada mata atau alis dapat mengindikasikan manipulasi.

Pantulan cahaya pada kacamata sering kali tidak konsisten dengan gerakan kepala pada video deepfake. Kumis, jenggot, atau cambang yang tampak tidak menyatu dengan kulit wajah bisa menandakan rekayasa. Tahi lalat yang hilang, berpindah tempat, atau terlihat tidak alami patut diwaspadai.

Frekuensi kedipan yang terlalu sering atau justru jarang terjadi bisa menunjukkan adanya proses AI. Sinkronisasi suara dan gerak bibir sering menjadi titik lemah deepfake. Bila tampak tidak alami, perlu diwaspadai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.