Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menlu Austria Sebut Dewan Keamanan PBB Harus Libatkan Lebih Banyak Negara Global South

📅 Jumat, 27 Sep 2024, 00:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menlu Austria Sebut Dewan Keamanan PBB Harus Libatkan Lebih Banyak Negara Global South Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Perwakilan yang lebih luas dari negara-negara Global South di Dewan Keamanan PBB sangat penting untuk reformasi lembaga tersebut. Tanpa reformasi ini, badan tersebut akan menghapus eksistensinya sendiri, ujar Menteri Luar Negeri Austria, Alexander Schallenberg, pada Kamis (26/9/2024).

Moskow - Perwakilan yang lebih luas dari negara-negara Global South di Dewan Keamanan PBB sangat penting untuk reformasinya karena tanpa hal tersebut, badan itu akan mengalami kehancuran, ujar Menteri Luar Negeri Austria, Alexander Schallenberg.

"Kita tidak bisa memiliki Dewan Keamanan yang mencerminkan dunia tahun 1945. Kita memerlukan Dewan Keamanan yang mencerminkan dunia tahun 2025. Kita membutuhkan negara-negara Asia dan Afrika lainnya di Dewan Keamanan. Global South harus memiliki posisi yang lebih kuat. Jika kita tidak mencapainya, PBB akan menghapus eksistensinya sendiri," kata Schallenberg dalam wawancaranya dengan surat kabarDer Standard,Kamis.

Presiden AS Joe Biden menyerukan reformasi Dewan Keamanan PBB tahun lalu, dan hal tersebut disampaikan dengan lebih jelas dibandingkan presiden AS lain sebelumnya, ujar Schallenberg.

Ia menambahkan bahwa dunia membutuhkan sistem internasional berbasis aturan.

"Pendekatan multilateral bukanlah sebuah kemewahan, tetapi sesuatu yang sangat penting untuk kelangsungan hidup kita. Kami, Austria, sebagai negara di Eropa Tengah yang berorientasi pada ekspor, sangat bergantung pada kepatuhan terhadap aturan," kata Schallenberg.

"Kita harus memastikan bahwa negara-negara besar, termasuk yang memiliki senjata nuklir, tidak mengabaikan aturan tersebut secara imperialistik. Namun, untuk menjaga multilateralitas ini, kita memerlukan reformasi. Dewan Keamanan saat ini tidak cukup inklusif," kata Schallenberg menambahkan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, bersama banyak pemimpin dunia, telah berulang kali menyerukan reformasi Dewan Keamanan PBB, karena hal tersebut akan membantu dalam pencegahan dan penyelesaian konflik, serta menyeimbangkan kembali hubungan global.

Sebagian besar gagasan reformasi berkaitan dengan memperluas badan tersebut dengan meningkatkan keterwakilandari mayoritas negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin, yang saat ini sangat rendah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

32 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.