Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Strategi Geopolitik Indonesia Fokus pada Stabilitas Kawasan

📅 Kamis, 26 Sep 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Strategi Geopolitik Indonesia Fokus pada Stabilitas Kawasan Doc: ANTARA/Putu Indah Savitri
Ket. Prof. Dr. Ir. Dadan Umar Daihani, D.E.A (Professional Expert of the National Resilience Institute (LEMHANNAS RI) saat memberi keterangan di sela-sela Jakarta Geopolitical Forum 2024, Jakarta, Rabu (25/9/2024).

Jakarta - Tenaga Profesional Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi pada Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas)Edy Prasetyono mengatakan bahwasanya strategi geopolitik Indonesia berfokus pada stabilitas kawasan dan pertumbuhan ekonomi.

"Menjaga stabilitas, mencegah terjadinya konflik, itu fokus pertama. Yang kedua adalah pertumbuhan ekonomi," ujar Edy ketika memberi keterangan disela-selaJakarta Geopolitical Forum 2024, Jakarta, Rabu.

Edy menekankan bahwasanya menjaga stabilitas kawasan menjadi salah satu fokus yang penting, sebab pertumbuhan ekonomi tersebut hanya bisa dicapai apabila dalam situasi damai dan kerja sama regional.

Terlebih, terdapat pengaruh dari negara-negara besar di kawasan.

"Luar biasa mereka (negara-negara besar) kompetisinya," kata Edy.

Terkait dengan fokus kedua, yakni pertumbuhan ekonomi, Edy mengatakan 90 persen perdagangan bergantung pada jalur laut.

Oleh karena itu, kerja sama dan kolaborasi antarnegara terkait dengan keamanan laut dibutuhkan untuk membuat suasana perdagangan yang lebih kondusif untuk pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kalau misalnya ada kerja sama atau kolaborasi antara beberapa negara, akan jauh lebih baik," kata Edy.

Sebelumnya, Edy mengatakan bahwa selama sepuluh tahun, Presiden Joko Widodo memperjuangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam strategi geopolitiknya.

Edy menilai Jokowi sudah melakukan pendekatan yang seimbang dalam upaya menjaga stabilitas kawasan dan memperjuangkan kepentingan Indonesia berupa pertumbuhan ekonomi.

Edy mengatakan bahwa presiden terpilih Indonesia, yakni Prabowo Subianto, akan melanjutkan perjuangan Jokowi.

Meski terdapat perbedaan pendekatan yang nantinya akan ditunjukkan oleh Prabowo, tutur Edy, posisi Indonesia dalam konstelasi geopolitik tetap bebas aktif.

Adapun perbedaan yang dimaksud, yakni pendekatan Prabowo yang lebih kosmopolitan, sedangkan Jokowi lebih kepada pendekatan berbasis budaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.